This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Rozi, Fathur (2026) Otoritas ilmu dalam perspektif hadis: kajian hadis Ruwaibidah pada masa nabi dan relevansinya pada era kontemporer. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Fathur Rozi_02040624007 ok.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Fathur Rozi_02040624007 full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 January 2029. Download (4MB) |
Abstract
Fenomena kemunculan figur-figur keagamaan yang tidak kompeten tetapi mendapat ruang berbicara dalam urusan publik merupakan realitas yang semakin mengemuka di era kontemporer. Dalam khazanah hadis, fenomena ini telah digambarkan dengan istilah Ruwaibiḍah yakni orang kecil, tidak berilmu, namun berani menentukan perkara umat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kehujjahan hadis-hadis tentang Ruwaibiḍah, memahami makna yang dikandungnya melalui pendekatan ma‘ānī al-ḥadīth, serta menelusuri relevansinya terhadap dinamika kepemimpinan agama pada masa kini dengan menggunakan teori kuasa simbolik Pierre Bourdieu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model kajian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari kitab-kitab hadis, seperti Sunan Ibn Mājah dan Musnad Aḥmad, disertai literatur syarah hadis serta kajian teori sosial. Data dianalisis melalui dua tahap: kritik sanad dan matan untuk menilai validitas hadis, serta analisis makna dan konteks sosial untuk melihat aktualisasi fenomena Ruwaibiḍah pada era modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis tentang Ruwaibiḍah memiliki kualitas ḥasan li-ghayrih setelah diperkuat oleh jalur syāhid, serta matannya bebas dari unsur shādh dan ‘illat. Para ulama memaknai Ruwaibiḍah sebagai sosok yang tidak memiliki kompetensi ilmiah maupun moral, namun tetap berbicara dalam perkara publik. Melalui perspektif kuasa simbolik Bourdieu, fenomena ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika popularitas, modal simbolik, dan dominasi media sering kali lebih menentukan legitimasi tokoh agama daripada kapasitas keilmuan. Penelitian ini menegaskan bahwa krisis otoritas keagamaan tidak hanya dipicu oleh individu yang tidak layak, tetapi juga oleh struktur sosial yang memberi ruang bagi simbol-simbol dangkal untuk mengalahkan substansi. Penelitian ini membuka peluang kajian lanjutan mengenai relasi antara otoritas keagamaan, budaya digital, dan perubahan modal simbolik dalam masyarakat Muslim kontemporer.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Islam Hadis Kepemimpinan |
||||||||||||
| Keywords: | Ruwaibiḍah; Kepemimpinan Agama; Ma‘ani al-hadith; Pierre Bourdieu; Kuasa Simbolik | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Fathur Rozi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:56 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:56 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86192 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
