This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fatah, Alifah Murobiyatul (2025) Koeksistensi komunitas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), di Kampung Buntaran, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Alifah Murobiyatul Fatah_07020222024 full.pdf Restricted to Repository staff only until 29 January 2029. Download (6MB) |
|
|
Text
Alifah Murobiyatul Fatah_07020222024.pdf Download (6MB) |
Abstract
Penelitian berjudul “Koeksistensi Komunitas LDII, Muhammadiyah, dan NU di Kampung Buntaran, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya” bertujuan untuk mengkaji dua pokok bahasan utama. Pertama, bagaimana bentuk interaksi sosial yang terjalin antara warga LDII, Muhammadiyah, dan NU dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, bagaimana pola koeksistensi yang terbentuk di antara ketiga organisasi keagamaan Islam tersebut jika dianalisis menggunakan perspektif Bhikhu Parekh. Kajian ini menjadi penting karena keberagaman intra-religius dalam Islam kerap memunculkan perbedaan yang berpotensi menimbulkan jarak sosial, namun dalam konteks tertentu justru mampu melahirkan kehidupan bersama yang harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing komunitas tetap mempertahankan eksistensinya dengan menjalankan ajaran dan tradisi keagamaannya secara mandiri. Di sisi lain, terdapat berbagai bentuk pro-koeksistensi yang tampak melalui keterlibatan warga lintas organisasi dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti, kegiatan kemasyarakatan, serta partisipasi pada kegiatan keagamaan tertentu tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Dari praktik-praktik tersebut, terbentuk koeksistensi yang ditandai dengan sikap saling menghormati, keterbukaan dalam berinteraksi, dan kerja sama yang berkelanjutan. Jika dilihat dari perspektif Bhikhu Parekh, kehidupan sosial di Kampung Buntaran mencerminkan adanya pengakuan terhadap keberagaman, kesediaan untuk berkolaborasi, serta penghargaan terhadap nilai-nilai bersama yang disepakati oleh ketiga komunitas. Temuan ini menunjukkan bahwa koeksistensi tidak lahir dari penyeragaman, melainkan dari pengelolaan perbedaan melalui komunikasi yang baik dan komitmen bersama. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kehidupan yang harmonis dalam keberagaman intra-religius dapat terwujud melalui penguatan eksistensi, praktik pro-koeksistensi, dan hubungan sosial yang saling mendukung.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Budaya - Agama Kerukunan Beragama Organisasi Masyarakat |
||||||||
| Keywords: | LDII; Muhammadiyah; Nahdlatul Ulama | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama | ||||||||
| Depositing User: | Alifah Murobiyatul Fatah | ||||||||
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 06:51 | ||||||||
| Last Modified: | 29 Jan 2026 06:51 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86202 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
