Otoritas sunnah Nabi dalam konteks literasi digital muslim perspektif Daniel W. Brown

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Bissa'adah, Hitna (2026) Otoritas sunnah Nabi dalam konteks literasi digital muslim perspektif Daniel W. Brown. Masters thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.

[img] Text
Hitna Bis Sa'adah_02040624008.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Hitna Bis Sa'adah_02040624008_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 January 2029.

Download (3MB)

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam cara umat Islam mengakses, memahami dan mengamalkan ajaran agama, khususnya hadis dan sunnah Nabi. Digitalisasi menghadirkan kemudahan akses terhadap teks-teks keagamaan, namun pada saat yang sama juga memunculkan problem serius berupa pergeseran otoritas Sunnah seperti maraknya penyebaran hadis yang lemah dan palsu serta lahirnya praktik keagamaan yang tidak selalu berlandaskan verifikasi ilmiah. Dalam konteks ini, otoritas sunnah tidak lagi sepenuhnya berada di tangan ulama dengan tradisi keilmuan yang mapan, tetapi turut diperebutkan oleh figur-figur populer di ruang digital yang mengandalkan viralitas dan daya tarik visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji otoritas sunnah dalam konteks literasi digital Muslim dengan menggunakan perspektif pemikiran Daniel W. Brown. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang didukung oleh analisis wacana terhadap fenomena penyebaran hadis di media digital. Data diperoleh dari karya-karya Daniel W. Brown, literatur klasik dan kontemporer tentang hadis, serta konten keagamaan yang beredar di berbagai platform digital. Pendekatan etika literasi digital digunakan untuk menilai tanggung jawab moral dan intelektual dalam produksi serta konsumsi konten keagamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Daniel W. Brown, sunnah tidak dapat dipahami semata-mata sebagai teks hadis yang telah terkodifikasi, melainkan sebagai tradisi hidup yang terus dinegosiasikan oleh komunitas Muslim. Dalam konteks digital, proses negosiasi ini berlangsung semakin cepat dan terbuka, sehingga berpotensi melemahkan otoritas keilmuan klasik apabila tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai. Oleh karena itu, pemikiran Brown memiliki implikasi penting bagi penguatan literasi digital Muslim, khususnya dalam menumbuhkan sikap kritis, etis dan bertanggung jawab dalam menerima serta menyebarkan hadis di era kontemporer.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Bissa'adah, Hitnahitna1402@gmail.com02040624008
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIdri, Idriidri_idr@yahoo.co.id2002016701
Thesis advisorRazi, Fahrurfroziyas@yahoo.co.id2012066901
Subjects: Nabi Muhammad
Poligami
Hadis
Keywords: Daniel W. Brown; hadis; literasi digital; otoritas sunnah
Divisions: Program Magister > Ilmu Hadis
Depositing User: Bissa'adah Hitna
Date Deposited: 14 Jan 2026 09:13
Last Modified: 14 Jan 2026 09:13
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86650

Actions (login required)

View Item View Item