This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Arifuddin, Muhammad Bagus (2026) Praktik politik uang pada Pemilu 2024: studi tentang pandangan pemilih pemula di Desa Kedawong Jombang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad Bagus Arifuddin_07010420002 ok.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Muhammad Bagus Arifuddin_07010420002 full.pdf Restricted to Repository staff only until 6 January 2029. Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman serta bentuk praktik politik uang di kalangan pemilih pemula pada Pemilu 2024 di Desa Kedawong. Kerangka analisis pemahaman menggunakan indikator Taksonomi Bloom, bentuk praktik politik uang dianalisis menggunakan teori Aspinall & Sukmajati. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sepuluh informan pemilih pemula dan empat informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ranah kognitif, pemilih pemula memiliki pengetahuan faktual di tingkat pengetahuan (C1), mereka mengenali politik uang sebagai "sogokan" atau "suap" namun belum memahami definisi formalnya secara sistematis. Pada tingkat pemahaman (C2), pemilih pemula mampu mengidentifikasi aktor perantara, seperti tim sukses dan kerabat sebagai penyalur utama materi politik. Secara afektif dan kognitif (C3), terdapat kontradiksi pada pemilih yang menyadari larangan hukum, namun cenderung menerima pemberian karena faktor emosional (rasa sungkan) dan kebutuhan ekonomi. Di tingkat analisis (C4), informan mampu memisahkan antara penerimaan uang dengan keputusan pilihan di bilik suara yang tetap didasarkan pada hati nurani. Pada tingkat evaluasi (C5), penilaian terhadap politik uang dipengaruhi oleh nilai moral-religius dan tekanan sosial-struktural. Bentuk praktik politik uang yang ditemukan meliputi: (1) Vote buying berupa pemberian uang tunai langsung; (2) Individual gifts berupa sembako (beras, minyak, gula) dan atribut kampanye (kaos) yang merupakan bentuk paling umum; (3) Services and activities berupa layanan kesehatan gratis yang frekuensinya terbatas; dan (4) Club goods berupa bantuan fasilitas untuk kelompok tertentu seperti kelompok senam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pemilih pemula memiliki kesadaran normatif, normalisasi budaya "sogokan" dan lemahnya pendidikan politik spesifik membuat mereka tetap terjebak dalam pusaran praktik politik uang.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Politik Pemilihan Umum |
||||||||
| Keywords: | Politik uang; pemilih pemula; Pemilu 2024; Desa Kedawong | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Politik Islam | ||||||||
| Depositing User: | Muhammad Bagus Arifuddin | ||||||||
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 13:58 | ||||||||
| Last Modified: | 02 Feb 2026 13:58 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86684 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
