This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Fransiska, Nadya Dwi (2025) Metode dakwah dalam tradisi rebo wekasan di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.
|
Text
Nadya Dwi Fransiska_04040122122.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Nadya Dwi Fransiska_04040122122_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 19 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik merupakan manifestasi nyata perpaduan antara budaya lokal Jawa dengan ajaran Islam yang dibawa oleh para wali dan tokoh dakwah seperti Syekh Jamaluddin Malik. Rebo Wekasan, disebut dengan istilah rabu wekasan, atau rebo pungkasan. Rebo artinya nama hari dalam Bahasa jawa, yaitu rabu dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan wekasan adalah Bahasa jawa yang artinya pungkasan atau akhir. Jadi, Rebo Wekasan secara Bahasa Adalah hari rabu terakhir. Sebagai sebuah istilah tradisi, maka Rebo Wekasan Adalah tradisi budaya yang diadakan di hari rabu trerakhir dari bulan safar, yaitu bulan ke-2 dari 12 bulan penanggalan hijriyah. Penelitian ini membahas metode dakwah dalam tradisi Rebo Wekasan yang dilaksanakan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Tradisi Rebo Wekasan merupakan tradisi keagamaan yang sudah berlangsung sejak tahun 1483. Metode dakwah yang diterapkan dalam tradisi ini menggabungkan nilai-nilai Islam dengan kebudayaan lokal melalui berbagai rangkaian ritual, seperti doa, pengajian, kirab tumpeng raksasa, dan mandi di sendang, yang diwariskan oleh tokoh dakwah Syekh Jamaluddin Malik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memahami makna, tujuan, dan fungsi tradisi dalam membentuk keimanan dan menjaga kelestarian budaya. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tradisi Rebo Wekasan berperan sebagai sarana dakwah kultural yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam secara komunikatif, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Tradisi ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai keagamaan seperti tawakal, doa, dan kebersamaan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial antarwarga serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian warisan budaya dan sejarah Islam lokal.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Tradisi Islam | ||||||||
| Keywords: | Metode dakwah; tradisi Rebo Wekasan; Desa Suci | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam | ||||||||
| Depositing User: | Nadya Dwi Fransiska | ||||||||
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 03:00 | ||||||||
| Last Modified: | 19 Jan 2026 03:00 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86991 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
