This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Mahrus, Ali (2026) Anjuran tidak meninggalkan keturunan dalam kondisi lemah: konsep makna di’afan dan quwwah dalam al-Qur’an perspektif hermeneutika al-Qur’an al-Jabiri. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ali Mahrus_02240523003.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Ali Mahrus_02240523003_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 21 January 2029. Download (2MB) |
Abstract
Anjuran tidak meninggalkan keturunan dalam kondisi lemah disebutkan dalam QS. An-Nisa’ ayat 9 dengan redaksi dhurriyyatan di’afan. Jumhur ulama menafsirkannya sebagai anjuran agar tidak menelantarkan anak secara ekonomi karena melihat ayat-ayat sebelumnya yang membahas tentang harta anak yatim dan warisan. Namun, hal ini tidak kemudian menjadikan pembekalan ekonomi lebih utama daripada pembekalan agama. Karena itu, penelitian ini mengkaji makna di’afan dan derivasinya, dengan melihat relasi makna melalui antonimnya, yakni quwwah, untuk memahami konsep anjuran agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah dalam Al-Qur’an secara lebih luas.Terdapat dua rumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama, Bagaimana penafsiran kata di’afan dan quwwah perspektif hermeneutika Al-Qur’an Muhammad Abid al-Jabiri? Kedua, Bagaimana relevansi konsep keturunan yang lemah dalam lingkup makna kata di’afan dan quwwah serta derivasinya dalam Al-Qur’an pada masa kini? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) menggunakan model penelitian kualitatif. Dalam menyajikannya menggunakan metode deskriptif-analitis. Kaitannya dengan penggalian ayat-ayat yang di dalamnya terdapat derivasi term di’afan dan quwwah yang kemudian dianalisis menggunakan hermeneutika Muhammad ‘Abid al-Jabiri.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep di’afan dan quwwah dalam Al-Qur’an perspektif hermeneutika al-Jabiri, tidak hanya berlaku dalam relasi orang tua dan anak, tetapi meluas ke seluruh generasi. Anjuran tersebut berlaku di semua lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, masyarakat lokal, nasional, hingga global. Ayat-ayat di’afan menekankan pentingnya mencegah kelemahan, sedangkan ayat-ayat quwwah menyerukan pembangunan kekuatan, baik secara iman, ilmu, ekonomi, maupun solidaritas. Kontekstualisasi dengan kondisi kekinian menunjukkan bahwa tantangan modern seperti kemiskinan, ketidakadilan, pendidikan, literasi digital, hingga globalisasi, menuntut sinergi peran keluarga, masyarakat, negara, dan dunia internasional untuk melahirkan generasi yang tangguh dan tidak diwarisi kelemahan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||||||
| Keywords: | Keturunan; di’afan; quwwah; hermeneutika; al-Jabiri | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ali Mahrus | ||||||||||||
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 09:36 | ||||||||||||
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:36 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87606 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
