Makna khatm al-Qur'an dalam tradisi petik laut: studi living qur’an masyarakat pesisir Dusun Gisik Kidul Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Santosa, Nahel Azizi (2026) Makna khatm al-Qur'an dalam tradisi petik laut: studi living qur’an masyarakat pesisir Dusun Gisik Kidul Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nahel Azizi Santosa_07020322065 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2029.

Download (3MB)
[img] Text
Nahel Azizi Santosa_07020322065.pdf

Download (1MB)

Abstract

Keberadaan tradisi Petik Laut di Dusun Gisik Kidul, Sidoarjo, menunjukkan adanya proses transformasi makna melalui integrasi praktik keagamaan Islam, khususnya khatm al-Qur’an. Di tengah dinamika antara adat dan agama, khatm al-Qur’an hadir sebagai medium yang menjembatani warisan budaya masyarakat pesisir dengan nilai-nilai tauhid. Fenomena ini menarik untuk dikaji dalam perspektif living Qur’an karena memperlihatkan bagaimana al-Qur’an diresepsi, dihadirkan, dan dimaknai dalam ruang sosial-budaya masyarakat. Sedangkan rumusan masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini mencakup: (1) bagaimana prosesi pelaksanaan khatm al-Qur’an dalam tradisi Petik Laut di Dusun Gisik Kidul, Sidoarjo, dan (2) bagaimana makna khatm al-Qur’an dalam tradisi Petik Laut di Dusun Gisik Kidul, Sidoarjo. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang menerapkan metode kualitatif dalam bingkai analisis living Qur’an. Teori yang digunakan adalah teori resepsi al-Qur’an, terdiri dari resepsi eksegesis, estetis, dan fungsional yang dikembangkan oleh Ahmad Rafiq. Penelitian ini menggunakan sumber informasi yang mencakup data utama dan data tambahan. Data utama dikumpulkan melalui wawancara dan observasi intensif dengan pemimpin agama, tokoh adat, panitia tradisi, serta penduduk Dusun Gisik Kidul. Sementara itu, data tambahan diperoleh dari dokumentasi kegiatan, catatan kegiatan, dan literatur tafsir. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif melalui tahapan seleksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi khatm al-Qur’an dalam tradisi Petik Laut dilaksanakan secara terstruktur di balai dusun, dimulai sejak pagi hari dengan pembacaan al-Qur’an 30 juz secara bergiliran, dilanjutkan dengan tahlil, tawasul, dan doa khatm al-Qur’an yang diniatkan untuk keselamatan desa serta pengiriman pahala kepada leluhur. Dari sisi makna, khatm al-Qur’an diresepsi masyarakat dalam tiga bentuk utama. Secara eksegesis, khatm al-Qur’an dipahami sebagai syiar dan sumber legitimasi teologis yang mengarahkan tradisi Petik Laut agar tetap sejalan dengan nilai Islam. Secara estetis, khatm al-Qur’an dihadirkan sebagai pengalaman religius yang sakral dan menenangkan melalui pembacaan tartil dan suasana khidmat. Sementara itu, secara fungsional, khatm al-Qur’an berfungsi sebagai media pengiriman doa kepada leluhur, sarana syukur atas rezeki laut, permohonan keselamatan, serta penguat solidaritas komunal, sehingga praktik ini bisa dimaknai sebagai bentuk tafsir hidup (living tafsir) dalam kehidupan masyarakat pesisir.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Santosa, Nahel Azizinahelazeezee@gmail.com07020322065
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Tradisi
Keywords: Al-Qur'an; tradisi petik laut; masyarakat pesisir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Nahel Azizi Santosa
Date Deposited: 26 Feb 2026 04:55
Last Modified: 26 Feb 2026 04:55
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87771

Actions (login required)

View Item View Item