This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Zahra, Tsanaa Shofiyyah Az- (2026) Strategi marketing politik Partai Gerindra dalam meningkatkan perolehan suara pada Pemilu Legislatif 2024 di Provinsi Jawa Timur. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Tsanaa Shofiyyah Az-Zahra_10020122080.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Tsanaa Shofiyyah Az-Zahra_10020122080_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 22 January 2029. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini berawal dari fenomena peningkatan signifikan perolehan kursi Partai Gerindra di DPRD Provinsi Jawa Timur dari 15 kursi pada 2019 menjadi 21 kursi pada 2024, meningkat sekitar 40 persen di tengah stagnasi dan gradasi partai lain. Keberhasilan Partai Gerindra dalam meningkatkan perolehan kursi secara substansial menjadi menarik untuk dikaji mengingat dinamika politik elektoral yang semakin kompetitif. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana strategi marketing politik yang diterapkan Partai Gerindra dalam meningkatkan perolehan kursi serta tantangan apa saja yang dihadapi dalam penerapan strategi tersebut pada Pemilu Legislatif 2024 di Provinsi Jawa Timur. Untuk menjawab permasalahan ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan menggunakan teori utama Political Market Oriented Approach dari Jennifer Lees-Marshment yang dilengkapi dengan teori pendukung Patronase dan Klientelisme. Hasil penelitian menunjukkan Partai Gerindra Jawa Timur menerapkan delapan tahapan strategi marketing politik yang memadukan pendekatan modern dengan patronase-klientelisme meliputi riset pasar, desain produk, penyesuaian wilayah, implementasi, komunikasi, kampanye, pelaksanaan, dan penyerahan janji. DPD mengelola total anggaran 45 miliar rupiah yang terdiri dari 25 miliar rupiah dana kampanye dan 20 miliar rupiah untuk kompensasi 100.000 saksi, serta bantuan politik 17 miliar rupiah per tahun. Anggaran kampanye calon legislatif bervariasi 1-6 miliar rupiah tergantung luas wilayah. Praktik patronase berupa bantuan finansial dan infrastruktur, serta klientelisme melalui uang transport 100 ribu rupiah, dan kompensasi saksi 200 ribu rupiah. Pemilih merespons positif dengan menilai Gerindra adaptif di media sosial, mobilisasi tokoh agama efektif dengan pengaruh kiai 75 persen, dan pendekatan personal membangun kedekatan emosional. Strategi ini menghasilkan peningkatan kursi 40 persen dan kemenangan Prabowo 65 persen untuk pertama kalinya di Jawa Timur. Tantangan yang dihadapi meliputi ketidakpatuhan DPC, keterbatasan dana, pergeseran perilaku pemilih pragmatis, keragaman sub-kultur, pemilih muda kritis, inkonsistensi regulasi, dan politik uang masif yang diatasi melalui strategi berbasis riset, koordinasi kuat, dan fleksibilitas lokal sesuai konteks budaya.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Pemerintahan Legislatif > Dewan Perwakilan Rakyat Pemerintahan Legislatif Pemilihan Umum |
||||||||
| Keywords: | Strategi marketing politik; Partai Gerindra; pemilu legislatif 2024; political market oriented approach; patronase dan klientelisme | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik | ||||||||
| Depositing User: | Tsanaa Shofiyyah Az-zahra | ||||||||
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 08:41 | ||||||||
| Last Modified: | 22 Jan 2026 08:41 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87846 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
