Dialog profetik Nabi Musa dan propaganda Fir'aun: analisis teori tindak tutur John Langshaw Austin dalam surat Asy-Syu’ara dan Al-Qasas

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maryam, Zuhrotul (2026) Dialog profetik Nabi Musa dan propaganda Fir'aun: analisis teori tindak tutur John Langshaw Austin dalam surat Asy-Syu’ara dan Al-Qasas. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Zuhrotul Maryam_02040523076 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Zuhrotul Maryam_02040523076 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 February 2029.

Download (2MB)

Abstract

Dialog merupakan salah satu medium dakwah yang memiliki daya transformasi sosial yang kuat, terutama ketika berhadapan dengan kekuasaan yang hegemonik dan manipulatif. Dialog Nabi Musa dengan Fir’aun menjadi salah satu contoh paling intens yang menggambarkan pertarungan antara komunikasi profetik dan propaganda kekuasaan. Penelitian ini memiliki rumusan masalah pada tiga persoalan utama, yaitu pertama; bagaimana karakteristik dialog Nabi Musa dan Fir’aun dalam Al-Qur’an, kedua bagaimana konstruksi dialog profetik Nabi Musa, dan ketiga bagaimana bentuk propaganda kekuasaan Fir’aun Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat dialog Nabi Musa dan Fir’aun dalam Surat AsySyu‘arā’ dan Al-Qaṣaṣ. Penelitian ini dianalisis secara langsung (text-based analysis) dengan menitikberatkan pada struktur dialog. Adapun kitab-kitab tafsir digunakan sebagai data komplementer, Data dianalisis melalui teori tindak tutur Austin dengan klasifikasi lokusi, ilokusi, dan perlokusi, serta bentuk jenis tuturnya. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, pertama; dialog Nabi Musa dengan Fir’aun mengandung pola komunikasi yang berlawanan, baik dari segi orientasi makna, tujuan komunikasi, maupun relasi kuasa yang menyertainya. Dialog Musa secara konsisten berangkat dari penegasan tauhid, pembebasan kesadaran, dan etika komunikasi profetik, sementara dialog Fir’aun ditandai oleh strategi legitimasi kekuasaan, propaganda ideologis, dan manipulasi makna. Kedua; dialog profetik Nabi Musa tampil sebagai model komunikasi yang berlandaskan tauhid, rasionalitas, dan keberanian moral. Tuturan-tuturannya didominasi tindak ilokusi representatif dan direktif yang menyatakan kebenaran, menegaskan misi kenabian, serta mengarahkan kesadaran publik pada legitimasi etis dan transenden. Dialog Nabi Musa memiliki daya perlokusi yang kuat. Ketiga, dialog Fir’aun merepresentasikan komunikasi propaganda yang bekerja melalui manipulasi makna, control wacana, patronase, dan represi. Tuturan Fir’aun bersifat performatif namun mengalami infelisitas karena tidak ditopang oleh kebenaran dan legitimasi moral.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maryam, Zuhrotulzuhrotulmaryam12@gmail.com02040523076
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIwanebel, Fejrian Yazdajirdiwanebel@uinsa.ac.id2004039001
Thesis advisorYardho, Muhammadmyardho@gmail.com2110068501
Subjects: Dakwah > Dakwah, Komunikasi
Dakwah > Dakwah bil Lisan
Komunikasi Islam
Dirasah Islamiyah
Al Qur'an
Keywords: Dialog Profetik; Nabi Musa; Propaganda Fir’aun; Tindak Tutur Austin; Tafsir Al-Qur’an; Prophetic Dialogue; Prophet Moses; Pharaoh’s Propaganda; Austin’s Speech Act; Qur’anic Tafsīr Asy-Syu‘arā’; Al-Qaṣaṣ; Tafsir Tematik;Komunikasi dakwah; Struktur Dialod Dalam Al-Qur'an; Etika komunikasi Islam; Dialog dalam Al-Qur’an
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Zuhrotul Maryam
Date Deposited: 03 May 2026 09:32
Last Modified: 03 May 2026 09:32
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88705

Actions (login required)

View Item View Item