Tradisi permintaan belis di bondo kodi kecamatan kodi Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur perspektif hukum islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mahmud, Andri (2025) Tradisi permintaan belis di bondo kodi kecamatan kodi Kabupaten Sumba Barat Daya Provinsi Nusa Tenggara Timur perspektif hukum islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Andri Mahmud_05040122109 OK.pdf

Download (4MB)
[img] Text
Andri Mahmud_05040122109 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2029.

Download (4MB)

Abstract

Fenomena tradisi permintaan belis dalam pernikahan adat masyarakat Bondo Kodi, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menimbulkan ketegangan antara nilai budaya lokal dan prinsip hukum Islam, khususnya terkait mahar yang wajib diberikan secara sukarela tanpa memberatkan. Penelitian ini bertujuan menggali praktik pelaksanaan tradisi belis beserta makna simboliknya, serta menganalisisnya dari perspektif hukum Islam melalui konsep mahar dalam fikih munakahat dan urf menurut Wahbah az-Zuhaili. Metode penelitian lapangan empiris dengan pendekatan fiqih munakahat dan ushul fikih digunakan untuk mengumpulkan data primer melalui wawancara dengan kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, serta pasangan yang mengalami kawin tangkap akibat beban belis, dilengkapi data sekunder dari literatur dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belis berupa hewan ternak, mamuli, dan uang tunai memiliki makna penghormatan, penguatan kekerabatan, serta status sosial, namun sering menjadi beban ekonomi berat yang memicu kawin tangkap dan bertentangan dengan prinsip mahar yang ringan serta ‘urf shahih, sehingga cenderung ‘urf fasid jika menimbulkan mudarat. Saran penelitian diarahkan pada upaya merekonstruksi tradisi belis supaya harmonis dengan ketentuan syariat Islam tanpa menghilangkan substansi budaya masyarakat Kodi. Langkah pertama, memperkuat dialog adat melalui wadah kolaborasi yang melibatkan tokoh adat, kepala desa, dan para ulama untuk merumuskan standar nilai belis yang wajar dan disesuaikan dengan kapasitas ekonomi keluarga calon suami, contohnya ditetapkan maksimal setengah dari penghasilan tahunan keluarga, agar terhindar dari beban finansial yang berlebihan yang dapat mendorong terjadinya kawin lari serta selaras dengan prinsip kemudahan dalam melangsungkan pernikahan menurut hukum Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mahmud, Andriandrimahmudsanggore@gmail.com05040122109
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRohman, Holilurelrahman10@gmail.2002108702
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perkawinan
Adat
Keywords: Tradisi Belis; Hukum Islam; Mahar; Urf; Bondo Kodi.
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Andri Mahmud
Date Deposited: 27 Feb 2026 02:16
Last Modified: 27 Feb 2026 02:16
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88933

Actions (login required)

View Item View Item