This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Khulwani, Khulwani (2024) Demokrasi dalam al-qur’an: analisis terhadap penafsiran ayat-ayat demokrasi dalam tafsir al-manar perspektif maqasid al-qur’an ‘abdul mustaqim. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Khulwani_02040523058 OK.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Khulwani_02040523058 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 May 2029. Download (3MB) |
Abstract
Sistem demokrasi terbilang baru bagi umat Islam setelah sebelumnya mereka terbiasa dengan sistem monarki, bahkan di beberapa negara yang mengaku sebagai muslim masih menganut monarki. Hal ini lantaran masih ada perdebatan di kalangan kesarjanaan muslim modern masih memberdebatkan keabsahan demokrasi sebagai sebuah sistem. Hal ini karena demokrasi dianggap sebagai produk Barat yang tidak memiliki akar pada tradisi Islam. Tujuan penelitian ini adalah menemukan penafsiran Rashid Riḍa mengenai ayat demokrasi dan menganalisisnya menggunakan perspektif maqaṣid Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan penelitian kualititatif berbasis kepustakaan dengan sumber data berupa Al-Qur’an, kitab, dan artikel-artikmel yang berkenaan demokrasi dalam Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir maqāṣdī Abdul Mustaqim, dan Tafsir al-Manār sebagai data primer penulis menemukan. Pertama, Rashid Rida berpendapat bahwa dalam membentuk tatanan sosial yang berorientasi pada kesejahteraan umum, Al-Qur’an mengajarkan nilai keadilan, kesetaraan, kebebasan, dan musyawarah. Kedua, keempat nilai tersebut akan bermuara pada maqāṣid al-shari‘ah, berupa hifẓ al-dawlah, yaitu menjaga tatanan sosial. Jika dikembengkan lebih jauh, maka ḥifẓ al-dawlah dapat bermuara pada ḥifẓ al-nafs dan ḥifẓ al-dīn. Ketiga, implementasi nilai keadilan, kesetaraan, kebebasan, tanggung jawab, dan musyawarah sebenarnya sudah mengakar pada tradisi Islam, tepatnya pada saat Nabi mengelola kota Madinah, kemudian diteruskan di masa Abū Bakar. Sehingga jika kelima nilai tersebut diimplimentasikan pada masa sekarang sebagai representasi dari kehidupan berdemokrasi bukan hanya tidak bertentangan dengan ajaran Islam, tapi wujud mengimplemtasikan nilai Islam itu sendiri. Penelitian ini hanyalah menganalisis isu demokrasi perspektif Rashid Riḍā, ada banyak celah penelitian selanjutnya yang bisa diteruskan dalam penelitian ini, antara lain; membangun kebebasan berpendapat dalam kerangka etika Islam, membangun institusi yang mencerminkan nilai keislaman dan memperkuat pendidikan demokrasi berbasis maqāṣid al-Qur’ān
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Agama > Biografi Tokoh Demokrasi Islam Negara Al Qur'an |
||||||||||||
| Keywords: | tafsir maqaṣdi Abdul Mustaqim; Tafsir al-Manār | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Khulwani Khulwani | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:48 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 May 2026 03:48 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89058 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
