This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Rohmah, Binti Ainur (2026) Upaya penegakan hukum tindak pidana penipuan online aplikasi telegram di direktorat reserse siber (ditressiber) polisi daerah Jawa Timur (Polda Jatim). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Binti Ainur Rohmah_05040322098 OK.pdf Download (6MB) |
|
|
Text
Binti Ainur Rohmah_05040322098 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 26 March 2029. Download (6MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk transaksi elektronik. Kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan melakukan penipuan salah satunya diaplikasi telegram. Dengan modus mengatasnamakan suatu pihak instansi yang menimbulkan kerugian pada korban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana penipuan online aplikasi telegram di ditressiber Polda Jawa Timur serta bagaimana pandangan Hukum Pidana Islam terhadap tindak pidana penipuan online aplikasi telegram di ditressiber Polda Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang mengkaji bagaimana hukum diterapkan atau studi lapangan. Dengan pengumpulan data melalui wawancara bersama pihak Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunkan pola deduktif. Hasil penelitian dalam hal ini pihak Direktorat Reserse Siber telah melakukan upaya pemblokiran terhadap akun pelaku juga rekening yang digunakan oleh pelaku saat melakukan kejahatan, guna untuk mencegah terjadinya korban baru selama pihak kepolisian belum menangkap pelaku kejahatan. Dalam hal ini akan dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Nomor 1 Tahun 2024. Dalam hukum pidana Islam penipuan online yang terjadi di ditressiber polda Jawa Timur termasuk dalam jarimah ta’zir, serta dalam pandangan maqasid syari’ah penipuan berhubungan dengan dua hal yaitu perlindungan harta yang menyebabkan kerugian meteril terhadap korban, dan perlindungan jiwa, yang berdampak pada jiwa psikologis korban. Upaya pemblokiran yang dilakukan oleh aparat kepolisiaan merupakan bentuk upaya menutup jalan kerusakan (sadd al-dzarī‘ah). Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan diharapkan kepada para penegak hukum agar lebih meningkatkan upaya penegakan hukum terutama dalam melacak keberadaan pelaku, mungkin bisa bekerja sama dengan pihak ahli teknologi yang berkompeten dalam melakukan pelacakan. Agar mencegah kejadiah serupa dari pelaku yang sama. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan memastikan kerjasama antar polres benar-benar terlaksana. Masyarakat juga harus lebih waspada dan berhati-hati dalam menerima informasi melalui media elektronik.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam Hukum > Hukum Pidana Islam |
||||||||
| Keywords: | Penipuan; Penipuan Online | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Binti Ainur | ||||||||
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 05:39 | ||||||||
| Last Modified: | 26 Mar 2026 05:39 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89091 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
