Legislasi dalam masa lame duck session: implikasi bagi stabilitas politik dan hukum

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Putri, Adinda Mutiara Amalia (2026) Legislasi dalam masa lame duck session: implikasi bagi stabilitas politik dan hukum. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Adinda Mutiara Amalia Putri - 05020422022 OK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Adinda Mutiara Amalia Putri - 05020422022 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (1MB)

Abstract

Fenomena legislasi dalam masa lame duck session di Indonesia menjadi isu krusial karena sering kali memicu instabilitas politik dan hukum akibat minimnya akuntabilitas dan partisipasi publik. Latar belakang penelitian ini menyoroti durasi transisi kekuasaan di Indonesia yang cukup panjang, yakni sekitar 5-8 bulan, dimana anggota legislatif petahana tetap memiliki kekuasaan penuh untuk mengesahkan undang-undang meskipun mandat rakyat telah beralih melalui pemilu. Kondisi ini sering kali dimanfaatkan untuk melakukan percepatan pengesahakn regulasi kontroversial, yang dilakukan secara tergesa-gesa tanpa pelibatan masyarakat yang bermakna. Berdasarkan konteks tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana implikasi legislasi dalam masa lame duck session bagi stabilitas politik dan hukum di Indonesia? dan (2) Bagaimana tinjauan Fiqh siyāsah terhadap legislasi dalam masa lame duck session?. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis-normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan perbandingan (comparative approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan pola pikir deduktif, yaitu menarik kesimpulan dari pernyataan yang bersifat umum (teori dan regulasi) menuju fakta-fakta hukum yang bersifat khusus terkait fenomena lame duck session di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legislasi pada masa lame duck session berimplikasi negatif terhadap stabilitas politik dan hukum di Indonesia. Secara politik, fenomena ini memicu defisit akuntabilitas yang ekstrem dan memperuncing polarisasi horizontal antar-koalisi partai serta polarisasi vertikal antara elite lembaga legislatif dengan rakyat akibat pengabaian mandat terbaru pasca-pemilu. Secara hukum, produk legislasi pada periode ini mengalami cacat prosedur formal dan materiil karena melanggar asas-asas pembentukan peraturan perundang-undangan yang baik, yang berujung pada banyaknya uji materi di Mahkamah Konstitusi. Dalam perspektif fiqh siyāsah dustūriyyah, praktik legislasi yang tergesa-gesa dan tertutup ini melanggar prinsip al-mas’ūliyyah (akuntabilitas ganda kepada Allah dan rakyat), prinsip shūrā (musyawarah inklusif), dan prinsip ‘adālah (keadilan), karena lebih mengutamakan kemaslahatan kelompok (maṣlaḥah khiṣṣah) di atas kemaslahatan umum (maṣlaḥah al-‘ammah). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan perlunya reformasi hukum untuk membatasi kewenangan legislasi DPR pada masa transisi. Pertama, merevisi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, khususnya pada Pasal 76 ayat (4), untuk memperpendek masa transisi dengan menetapkan batas waktu pelantikan anggota DPR baru paling lambat 3 bulan setelah pengumuman hasil pemilu. Kedua, menambahkan pasal dalam Peraturan DPR tentang Tata Tertib yang memberikan persyaratan prosedural yang lebih luas, analisis dampak kebijakan yang komprehensif, serta larangan pengesahan RUU strategis yang belum mencapai kesepakatan tingkat I sebelum masa lame duck session dimulai.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Putri, Adinda Mutiara Amaliaadindamutiara944@gmail.com05020422022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSafiudin R, Achmadachmad.syafiuddin@gmail.com2029129203
Subjects: Hukum Islam
Ideologi Politik
Pemilihan Umum
Keywords: lame duck session; Legislasi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: Adinda Mutiara Amalia Putri
Date Deposited: 07 Apr 2026 02:10
Last Modified: 07 Apr 2026 02:10
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89301

Actions (login required)

View Item View Item