Pemenuhan hak psikologis anak sebagai saksi dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana islam studi kasus di Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khofivatunnisa, Dhea Amalia (2025) Pemenuhan hak psikologis anak sebagai saksi dalam perspektif hukum positif dan hukum pidana islam studi kasus di Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Dhea Amalia Khofivatunnisa_05010322008 OK.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Dhea Amalia Khofivatunnisa_05010322008 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (3MB)

Abstract

Meningkatnya keterlibatan anak dalam perkara pidana, baik sebagai saksi, korban, maupun pelaku, menuntut adanya perlindungan komprehensif terhadap hak-haknya, khususnya aspek psikologis. Namun, pada praktiknya masih ditemukan anak saksi yang menghadiri persidangan tanpa pendampingan profesional dan berpotensi mengalami tekanan mental. Kondisi ini menegaskan urgensi evaluasi terhadap mekanisme pendampingan yang dilakukan oleh instansi terkait guna memastikan perlindungan optimal. Permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan dalam 2 hal yakni: 1.Bagaimana bentuk dan mekanisme pemenuhan hak psikologis anak sebagai saksi di Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo ? 2.Bagaimana mekanisme pemenuhan hak psikologis anak sebagai saksi dalam hukum positif dan rekosntruksi perlindungan anak sebagai saksi dalam maqāṣid al-sharī‘ah? Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris. Data diperoleh secara langsung dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Ponorogo. Data penelitian diperoleh dari bahan hukum primer yakni Sumber data ini diperoleh dari lapangan yang merupakan kepala dan staff bagian pemberdayaan perempuan dan perlindungan Anak, Dinas Sosial P3A Kabupaten Ponorogo, kemudian sumber data sekunder diperoleh dari buku, jurnal yang relevan dengan topik permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme pemenuhan hak psikologis anak sebagai saksi telah sesuai dengan ketentuan hukum positif Indonesia. Mekanisme telah dilaksanakan melalui beberapa tahapan perlindungan, yaitu asesmen psikologis, pendampingan psikologis, serta pemantauan kondisi mental anak selama proses hukum berlangsung. Perspektif hukum pidana Islam, perlindungan terhadap anak sebagai saksi dianalisis melalui pendekatan maqāṣid al-sharī‘ah pada penelitian yang dilakukan pada dasarnya telah mencerminkan nilai-nilai perlindungan anak yang sejalan dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah dalam mewujudkan kemaslahatan serta mencegah terjadinya kerusakan bagi anak. Saran dalam penelitian ini yakni diperlukan penguatan kerjasama yang mengikat terutama keterlibatan kejaksaan dengan Dinas Sosial P3A Ponorogo dalam menangani kasus yang berkaitan dengan anak sebagai saksi, peningkatan pendekatan persuasif dan sensitifitas terhadap keluarga non-kooperatif serta penguatan intervensi sosial untuk mencegah stigmatisasi. dalam perspektif hukum pidana Islam diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai maqāṣid al-sharī‘ah secara nyata dalam sistem perlindungan anak, sehingga proses penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada pencarian kebenaran materiil, tetapi juga menjamin terwujudnya kemaslahatan dan perlindungan terhadap masa depan anak.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khofivatunnisa, Dhea Amaliadheaamalikn@gmail.com05010322008
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMubarok, Nafinafi.mubarok@gmail.com2014047401
Subjects: Psikologi > Psikologi Anak
Keywords: Perlindungan Anak; Anak; Saksi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Dhea Amalia
Date Deposited: 07 Apr 2026 04:18
Last Modified: 07 Apr 2026 04:18
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89304

Actions (login required)

View Item View Item