Pemenuhan restitusi sebagai ahli waris korban tindak pidana kekerasan seksual: studi kasus putusan Pengadilan Negeri Bitung nomor 1/Pid.B/2025/PN BIT

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Salsabila, Zahirah Nadiatus (2026) Pemenuhan restitusi sebagai ahli waris korban tindak pidana kekerasan seksual: studi kasus putusan Pengadilan Negeri Bitung nomor 1/Pid.B/2025/PN BIT. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Zahirah Nadiatus Salsabila_05020322068 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 May 2029.

Download (1MB)
[img] Text
Zahirah Nadiatus Salsabila_05020322068.pdf

Download (1MB)

Abstract

Setiap kejahatan menimbulkan penderitaan serius bagi korban, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga diperlukan mekanisme hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pemulihan korban melalui restitusi. Di Indonesia, hak restitusi korban diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan salah satunya UU No.12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Namun, dalam praktik peradilan masih ditemukan putusan yang belum mengakomodasi hak tersebut, sebagaimana terlihat dalam Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor 1/Pid.B/2025/PN BIT yang menolak permohonan restitusi ahli waris korban. Dalam amar putusan majelis hakim terdakwa dijatuhi pidana penjara seumur hidup, melebihi batas maksimum hukuman yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Amar putusan yang dijatuhkan hakim tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pertimbangan hakim dengan prinsip perlindungan korban dan asas proporsionalitas. Maka dari itu, penelitian ini mengkaji bagaimana pemenuhan restitusi kepada korban menjadi solusi yang tepat jika dipandang menurut viktimologi dan hukum pidana islam.Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Data diperoleh melalui penelitian kepustakaan dengan menggunakan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan terkait restitusi, Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomo2r 1/Pid.B/2025/PN BIT, serta sumber hukum Islam, dan bahan hukum sekunder berupa literatur ilmiah yang relevan. Bahan hukum tersebut dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengkaji pertimbangan hakim dalam pemenuhan restitusi bagi ahli waris korban tindak pidana kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratio decidendi Putusan Pengadilan Negeri Bitung Nomor 1/Pid.B/2025/PN BIT belum mencerminkan perlindungan hukum yang berorientasi pada korban karena penolakan restitusi masih didasarkan pada paradigma retributif dan belum selaras dengan pendekatan viktimologi serta keadilan restoratif dalam UU TPKS. Dalam perspektif hukum pidana Islam, pemberian ganti rugi seperti mahar mithl dan ‘ursy al-bikārah merupakan bagian dari perlindungan hak korban. Oleh karena itu, penolakan restitusi dalam putusan tersebut juga tidak sejalan dengan prinsip perlindungan korban dalam hukum pidana Islam yang berorientasi pada pemulihan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar majelis hakim dalam memutus perkara kekerasan seksual mengedepankan pendekatan keadilan restoratif dengan menempatkan pemenuhan restitusi sebagai bagian utama perlindungan korban sesuai dengan yang diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini sejalan dengan prinsip perlindungan korban dalam hukum Islam khususnya hifz al-nafs (perlindungan jiwa). Dengan tujuan agar kedepannya pelaku tidak melanggar hak asasi orang lain dan kejahatan tersebut tidak dilakukan lagi oleh dirinya sendiri maupun orang lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Salsabila, Zahirah Nadiatusnadiaazahirah@gmail.com05020322068
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMahir, Mahirmahir@uinsby.ac.id2004127205
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Kekerasan
Seks
Keywords: Restitusi; ahli waris; korban tindak pidana; kekerasan seksual
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Zahirah Nadiatus Salsabila
Date Deposited: 05 May 2026 07:52
Last Modified: 05 May 2026 07:52
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/89682

Actions (login required)

View Item View Item