This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Ghina, Ahmad Nurul (2025) Praktik poligami di bawah tangan perspektif Sadz Adz Dzari’ah: studi kasus di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ahmad Nurul Ghina_C91218096 full.pdf Restricted to Repository staff only until 5 May 2029. Download (3MB) |
|
|
Text
Ahmad Nurul Ghina_C91218096.pdf Download (3MB) |
Abstract
Poligami di bawah tangan merupakan perkawinan yang dilakukan seorang laki-laki dengan beberapa wanita sebagai isterinya diwaktu yang bersamaan dan tidak tercatat di KUA karena tidak adanya pengajuan izin berpoligami di Pengadilan Agama. Sehingga menyebabkan beberapa permasalahan dalam rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui pelaksanaan poligami di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban dan agar mengetahui pengertian praktik poligami di bawah tangan menurut sadd adz dzari’ah yang berada di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan. Data primer penelitian berasal dari wawancara dengan pelaku poligami di bawah tangan di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar yakni tokoh yang peneliti wawancara ialah Siwa, Viona, dan Sulastri. Data sekunder dari berbagai sumber, seperti: buku�buku, artikel, jurnal, skripsi, dan karya ilmiah lainnya yang berkaitan dengan Sadd Al Zariah dan poligami. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan praktik poligami di bawah tangan di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar sah menurut hukum agama islam yang berdasarkan pada Al Quran surat An Nisa’ ayat 3. Namun, hak-hak perkawinan tidak terpenuhi, dan ini bertentangan dengan Undang-undang No 1 Tahun 1974 serta KHI yang berlaku. Salah satu alasan poligami di bawah tangan adalah bahwa suami memiliki kesempatan untuk berpoligami karena mereka tidak tinggal bersama. Alasan kedua, suami ingin memiliki keturunan. Tetapi, dalam kenyataanya suami tidak mampu berlaku adil terhadap pasangan dan anak-anaknya. Dampak dari praktik poligami di bawah tangan ialah terlantarnya isteri dan anak, terjadinya perceraian, rumah tangan yang tidak harmonis, kurangnya nafkah, serta tekanan psikologi. Sehingga menurut Sadd Adz dzari’ah hukumnya praktik poligami di bawah tangan di Desa Ngujuran Kecamatan Bancar Dalam beberapa kasus, poligami bisa dianggap sebagai sadd adz-dzari'ah jika tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya perbuatan yang lebih buruk, seperti perzinahan atau kerusakan moral lainnya. Jika seseorang khawatir akan terjerumus ke dalam zina, maka poligami bisa menjadi solusi untuk menghindari hal tersebut, dengan syarat memenuhi ketentuan syariat.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Poligami Perkawinan |
||||||||
| Keywords: | Poligami; Sadd al Zariah; perkawinan tidak tercatat | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Ahamad arul Nurul Ghina | ||||||||
| Date Deposited: | 05 May 2026 02:57 | ||||||||
| Last Modified: | 05 May 2026 02:57 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90251 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
