This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Jahira, Ihdal Umami (2026) Interpretasi Imran Nazar Hosein terhadap makna jasad dalam QS. Sad: 34-35 analisis semiotika Muhammad Arkoun. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ihdal Umami Jahira_02040524017 full.pdf Restricted to Repository staff only until 7 May 2029. Download (2MB) |
|
|
Text
Ihdal Umami Jahira_02040524017.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penafsiran terhadap istilah jasad dalam QS. Ṣād ayat 34-35 menjadi salah satu tema yang memunculkan keragaman makna dalam khazanah tafsir, terutama karena ketiadaan penjelasan eksplisit dalam teks Al-Qur’an mengenai hakikat istilah tersebut. Dalam tradisi penafsiran klasik, jasad umumnya dipahami dalam kerangka makna literal yang merujuk pada entitas fisik tertentu dalam kisah Nabi Sulaiman. Namun, Imran Nazar Hosein menawarkan interpretasi yang berbeda dalam tafsir kontemporer, yaitu dengan mengembangkan makna jasad ke dalam dimensi simbolik yang dikaitkan dengan realitas global modern dan horizon eskatologis dan belum banyak dikaji dalam perspektif semiotika. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis bagaimana konstruksi interpretasi Imran Nazar Hosein terhadap istilah jasad dalam QS. Ṣād ayat 34–35 serta mengkaji proses pembentukan makna tersebut melalui pendekatan Muhammad Arkoun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) serta metode deskriptif-analitis dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah jasad dalam QS. Ṣād ayat 34 secara tekstual merujuk pada entitas fisik yang bersifat pasif dan tidak memiliki dimensi kehidupan yang utuh. Namun, makna tersebut mengalami transformasi dari makna tekstual menuju makna simbolik-eskatologis dalam interpretasi Imran Nazar Hosein, di mana jasad dipahami sebagai representasi struktur kekuasaan yang kehilangan dimensi spiritual dalam konteks peradaban modern. Melalui analisis semiotika Muhammad Arkoun, interpretasi tersebut menunjukkan bahwa jasad berfungsi sebagai tanda yang mengalami perluasan makna melalui proses interpretasi yang melibatkan relasi antara teks, simbol, dan konteks sosial-historis. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa konstruksi makna dalam tafsir kontemporer tidak bersifat tunggal, melainkan terbentuk melalui interaksi antara makna tekstual dan refleksi kontekstual dalam kerangka pemikiran penafsir.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Cerita dalam Al Qur'an Pemikiran Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
||||||||||||
| Keywords: | Jasad; semiotika al-Qur’an | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ihdal Umami Jahira | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 May 2026 01:57 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 May 2026 01:57 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90318 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
