This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Solikhah, Imraatus (2026) Analisis Sadd adz-Dzari’ah terhadap rekomendasi MUI tentang menghindari produk Israel Unilever di Kalirungkut Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Imraatus Solikhah_05020221051 full.pdf Restricted to Repository staff only until 15 June 2029. Download (4MB) |
|
|
Text
Imraatus Solikhah_05020221051.pdf Download (4MB) |
Abstract
Isu boikot terhadap produk yang diduga terafiliasi dengan Israel, seperti Unilever, menjadi sorotan di kalangan Muslim Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Aksi ini didukung Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023 yang merujuk pada prinsip Sadd Adz-Dzari’ah, yaitu mencegah kemudaratan meskipun produk tersebut halal. Boikot ini memunculkan dilema moral di kalangan konsumen antara kebutuhan praktis dan kepatuhan terhadap fatwa. Narasi media sosial turut memperkuat kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku konsumsi. Penelitian ini bertujuan menjawab dua pertanyaan utama: pertama, bagaimana praktik masyarakat dalam jual beli produk-produk Israel di Kelurahan Kalirungkut Surabaya? dan kedua, bagaimana pandangan Sadd Adz-Dzari’ah terhadap rekomendasi Fatwa MUI tentang menghindari produk yang terafiliasi dengan Israel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji pandangan dan praktik konsumen terkait boikot produk Unilever berdasarkan Fatwa MUI No. 83 Tahun 2023. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam di Kalirungkut, Surabaya, serta studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara induktif untuk menggali pola pikir, motivasi, dan pertimbangan religius-etis dalam keputusan jual beli yang berkaitan dengan isu Palestina. Berdasarkan prinsip Sadd Adz-Dzari’ah dan ketiga rukunnya yakni adanya tindakan mubah, potensi kuat mengarah pada kemudaratan, dan tidak adanya kebutuhan mendesak untuk mempertahankannya—pembelian dan distribusi produk Unilever dinilai masih diperbolehkan secara hukum Islam. Hal ini karena maslahah yang ditimbulkan, seperti ketergantungan ekonomi masyarakat, lapangan kerja, serta belum tersedianya alternatif produk yang memadai, lebih dominan dibanding mafsadah-nya. Meski produk tersebut halal secara zat, potensi keterkaitan dengan agresi Israel menimbulkan dimensi etis yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, meskipun tidak haram secara fiqih, menghindari transaksi produk Unilever tetap dianjurkan sebagai bentuk solidaritas moral terhadap Palestina. Sebagai saran, upaya boikot terhadap produk Unilever perlu diiringi dengan penguatan produk lokal melalui peningkatan kualitas dan pemasaran agar menjadi alternatif yang layak bagi konsumen. Selain itu, strategi boikot harus meminimalkan dampak sosial dengan menciptakan solusi seperti perluasan lapangan kerja dan dukungan terhadap UKM. Majelis Ulama Indonesia juga diharapkan berperan aktif dalam edukasi publik dan kampanye kesadaran melalui media, serta mendorong kerja sama dengan pemerintah dan lembaga Islam untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan dan mendukung upaya perdamaian global melalui gerakan boikot yang lebih terorganisir.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Ekonomi Islam Hukum Ekonomi Pemasaran |
||||||||
| Keywords: | MUI; produk Unilever | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Imraatus Solikhah | ||||||||
| Date Deposited: | 15 Jun 2026 03:28 | ||||||||
| Last Modified: | 15 Jun 2026 03:28 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
