Makna kesejahteraan dan implikasinya terhadap etos kerja Islami berbasis blue economy nelayan tradisional di pesisir Klampis, Bangkalan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Yaqin, Moh. Ainul (2026) Makna kesejahteraan dan implikasinya terhadap etos kerja Islami berbasis blue economy nelayan tradisional di pesisir Klampis, Bangkalan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moh. Ainul Yaqin_02240324009.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Moh. Ainul Yaqin_02240324009_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 June 2029.

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kesejahteraan dalam kehidupan nelayan tradisional di pesisir Klampis, Kabupaten Bangkalan, serta menganalisis implikasinya terhadap etos kerja nelayan dalam kerangka praktik ekonomi pesisir berbasis blue economy. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya paradoks pembangunan pesisir, di mana potensi sumber daya laut yang besar belum sepenuhnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Selama ini kesejahteraan nelayan cenderung dipahami melalui indikator material seperti pendapatan dan produksi, padahal dalam kehidupan masyarakat pesisir kesejahteraan juga dimaknai melalui rasa cukup, ketenangan hidup, hubungan sosial, dan nilai-nilai spiritual.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman hidup nelayan secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan serta observasi dan dokumentasi pada nelayan tradisional di wilayah pesisir Klampis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan bagi nelayan tradisional tidak hanya dimaknai sebagai tingginya pendapatan, tetapi lebih pada kemampuan memenuhi kebutuhan hidup keluarga, adanya rasa aman dalam bekerja, ketenangan batin, hubungan sosial yang harmonis, serta keberlangsungan penghidupan. Pemaknaan kesejahteraan tersebut membentuk etos kerja nelayan yang berorientasi pada nilai-nilai religius, tanggung jawab, amanah, kerja keras, dan keseimbangan hidup. Aktivitas melaut dipahami bukan sekadar sebagai aktivitas ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu, praktik ekonomi nelayan menunjukkan adanya kesadaran ekologis dalam memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan tidak dapat hanya berfokus pada aspek ekonomi dan pendapatan, tetapi juga perlu memperhatikan dimensi sosial, spiritual, kelembagaan, serta penguatan akses permodalan yang adil guna mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir dan implementasi blue economy yang lebih inklusif.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Yaqin, Moh. Ainulmohainuly1@gmail.com02240324009
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNuhayati, Nurhayatinurhayati@uinsby.ac.id2027066801
Thesis advisorMugiyati, Mugiyatimugiyati@uinsa.ac.id2026027101
Subjects: Etos Kerja
Kesejahteraan Sosial
Ekologi
Keywords: Kesejahteraan; etos kerja; blue economy; nelayan tradisional; ekonomi syariah
Divisions: Program Magister > Ekonomi Syariah
Depositing User: Unnamed user with email mohainuly1@gmail.com
Date Deposited: 19 Jun 2026 01:54
Last Modified: 19 Jun 2026 01:54
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91291

Actions (login required)

View Item View Item