This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Haya, Enjel Najia (2026) Rekonstruksi konsep penciptaan Nabi Adam as dalam al-Qur'an: analisis transformasi makhluk biologis menuju makhluk peradaban. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Enjel Najia Haya_07010322013.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
Enjel Najia Haya_07010322013_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 25 June 2029. Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji narasi penciptaan Nabi Adam as. dalam Al-Qur’an melalui integrasi dimensi biologis, spiritual, dan kultural. Di tengah perkembangan sains modern, khususnya mengenai asal-usul manusia dan bukti arkeologis fosil manusia purba, muncul tantangan dalam memahami teks agama yang selama ini cenderung dipahami secara tekstual-instan. Penelitian ini memposisikan Al-Qur’an sebagai petunjuk yang bersifat dinamis, di mana pemaknaannya terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan tanpa menghilangkan orisinalitas pesannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi antar-dimensi dalam proses penciptaan Nabi Adam as. serta meninjau ulang konsep kekhalifahan dan gradualitas penciptaan melalui perspektif tafsir kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), penelitian ini membedah ayat-ayat kunci seperti QS. Al-Baqarah: 30, QS. Ghafir: 67, dan QS. Ali Imran: 59. Analisis dilakukan dengan mensintesiskan pandangan mufasir progresif seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dan Ibnu ‘Asyur, serta kerangka teoretis Adamic Exceptionalism dari Shoaib Malik dan pemikiran Abdul Shabur Syahin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penciptaan Nabi Adam as. tidak harus dipahami sebagai peristiwa instan, melainkan sebuah proses gradual (sunnatullah) yang melibatkan fase biologis di bumi. Konsep Adamic Exceptionalism menawarkan jalan tengah (wasathiyah) bahwa Nabi Adam as. adalah manusia pertama dalam konteks kesempurnaan ruhani (insan) dan tanggung jawab moral-kultural sebagai khalifah, namun secara biologis ia hadir sebagai bagian dari keberlanjutan makhluk di bumi yang telah ada sebelumnya. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas Ahsanu Taqwim pada manusia mencakup instrumen akal dan ruhani yang memungkinkan manusia membangun peradaban dan membedakan antara kebenaran serta kebatilan di era kontemporer.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Agama Al Qur'an Tafsir |
||||||||
| Keywords: | Penciptaan Nabi Adam as; khalifah; tafsir | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||
| Depositing User: | Enjel Enjel Naz | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 03:18 | ||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2026 03:18 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91737 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
