This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Suhendarto, Angger Firman Azaly (2025) Implementasi Pilkada 2024 dengan calon tunggal melawan kolom kosong di daerah Surabaya perspektif fiqh siyasah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
![]() |
Text
Angger Firman Azaly Suhendarto_05010421003.pdf Download (5MB) |
![]() |
Text
Angger Firman Azaly Suhendarto_05010421003_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 20 March 2028. Download (5MB) |
Abstract
Fenomena calon tunggal melawan kolom kosong dalam Pilkada 2024 di Surabaya menjadi salah satu isu signifikan yang mencerminkan kompleksitas dinamika politik lokal di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menimbulkan perdebatan mengenai keberlanjutan demokrasi, tetapi juga menghadirkan tantangan serius terkait partisipasi masyarakat, legitimasi pemimpin, dan representasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pilkada 2024 di Surabaya yang diwarnai oleh keberadaan calon tunggal melawan kolom kosong dan menganalisis hukum dari fenomena pilkada 2024 calon tunggal melawan kolom kosong di daerah Surabaya dengan pendekatan perspektif fiqh siyāsah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan metode wawancara untuk mengumpulkan data dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya dan perangkat partai politik. Selain itu, penelitian ini juga mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengevaluasi sejauh mana fenomena ini sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan fiqh siyāsah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa calon tunggal terjadi akibat dominasi politik dari satu pihak serta kurangnya alternatif calon dari partai politik. Dalam perspektif Fiqh Siyāsah, fenomena ini menimbulkan dilema terkait keadilan al-‘Adl dan prinsip musyawarah syura’. Meski diakui secara hukum positif melalui Putusan Mahkamah Konstitusi No. 100/PUU-XIII/2015 serta UU No. 10 Tahun 2016, namun dari sudut pandang fiqh siyāsah, calon tunggal dianggap kurang mencerminkan prinsip musyawarah yang ideal dalam Islam. Namun, kehadiran adanya kolom kosong sebagai alternatif supaya masih menjalankan demokrasi secara prosedural, subtansial, inklusif dan menunjukan prinsip-prinsip fiqh siyāsah dusturiyyāh. Penelitian ini merekomendasikan agar partai politik lebih proaktif dalam menghadirkan kader-kader berkualitas untuk menciptakan kompetisi politik yang sehat dan demokratis. Selain itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diharapkan untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi dalam pemilu, baik dengan memilih calon yang tersedia maupun kolom kosong. Regulasi terkait pemilu juga perlu dievaluasi untuk memastikan keberlanjutan demokrasi yang substansial dan inklusif, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang menekankan musyawarah, keadilan, dan keterwakilan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan demokrasi lokal di Indonesia, khususnya di Surabaya, dapat terus berkembang menuju sistem yang lebih representatif, inklusif, dan berkeadilan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Creators: |
|
||||||||
Contributors: |
|
||||||||
Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara Hukum Islam > Peradilan Partai Politik |
||||||||
Keywords: | Pilkada; politik | ||||||||
Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara Islam | ||||||||
Depositing User: | Angger Firman Azaly Suhendarto | ||||||||
Date Deposited: | 20 Mar 2025 03:03 | ||||||||
Last Modified: | 20 Mar 2025 03:10 | ||||||||
URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/78983 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |