Bila, Jamila Maulidiya Zalza (2026) Studi komparasi tentang otoritas Hadis Abu Hurairah perspektif Ahmad Amin dan Musṭafa Al-Siba’i. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Jamila Maulidiya Zalza Bila_02040624009 OK.pdf
Download (3MB)
Jamila Maulidiya Zalza Bila_02040624009 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 September 2029.
Download (3MB)
Abstract
Musṭafā al-Sibā‘ī mengenai otoritas hadis Abū Hurairah sebagai salah satu perawi yang hadisnya paling banyak di kalangan sahabat. Ahmad Amin mengkritik otoritas hadis Abū Hurairah dengan menyoroti ketidakseimbangan jumlah riwayat hadis yang dianggap terlalu banyak dibandingkan dengan masa Abū Hurairah hidup bersama Nabi Muhammad saw, terlebih adanya kritik dari sahabat lain terhadap Abū Hurairah dan kecurigaan adanya hadis mursal yang diriwayatkan olehnya. Sebaliknya, Musṭafā al-Sibā‘ī yang terkenal dengan pemikirannya yang sepakat dengan mayoritas ulama hadis berpendapat dengan mempertahankan kredibilitas Abū Hurairah berdasarkan prinsip ‘adālah al-ṣaḥābah, kajian metodologi ilmu hadis, serta pembelaan terhadap validitas sanad dan kritik hadis ulama klasik. Kedua tokoh ini merupakan tokoh yang sama-sama konsen dalam bidang hadis memberikan komentarnya terhadap Abū Hurairah, penting kiranya mengetahui bagaimana kritik Ahmad Amin dan kritik Mustafa al-Siba’i terhadap otoritas hadis Abū Hurairah dan Persamaan serta Perbedaan komentar Ahmad Amin dan Mustafa al-Siba’i terhadap Abū Hurairah. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian library research, yaitu jenis penelitian dengan merujuk pada buku atau dokumen yang berhubungan dengan persoalan yang dibahas, dengan menggunakan pendekatan atau analisis data secara komparasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan mendasar antara Ahmad Amin dan Musṭafā al-Sibā‘ī terletak pada landasannya dalam menilai hadis, sehingga menghasilkan kesimpulan yang berbeda tentang otoritas Abū Hurairah. Ahmad Amin menganggap beberapa hadis Abū Hurairah berkategori mursal yang sama dengan berstatus dha’if, sedangkan Musṭafa al-Siba’i berpendapat bahwa Abū Hurairah merupakan perawi yang terpercaya berikut dengan hadis-hadisnya karena merupakan sahabat dan berpatokan dengan kaidah seluruh sahabat itu adil. Kajian ini menegaskan bahwa perdebatan mengenai otoritas Abū Hurairah tidak semata-mata bersifat personal, melainkan mencerminkan perbedaan pandangan dalam memahami hadis.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Abū Hurairah; Ahmad Amin; Musṭafa Al-Siba’i; Otoritas Hadis. | ||||||||||||
| Subjects: | Agama > Biografi Tokoh Islam > Islam - Negara Islam Hadis |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | Jamila Maulidiya Zalza Bila | ||||||||||||
| Date Deposited: | 26 Sep 2026 04:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 26 Sep 2026 04:10 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86156 |
