Makna harga diri dalam pemilihan pakaian pemuda pada acara pernikahan di Desa Batuputih Laok, Kec. Batuputih, Kab. Sumenep: perspektif fenomenologi Alfred Chutz

Sholihin, Moh. Alfan (2025) Makna harga diri dalam pemilihan pakaian pemuda pada acara pernikahan di Desa Batuputih Laok, Kec. Batuputih, Kab. Sumenep: perspektif fenomenologi Alfred Chutz. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Moh. Alfan Sholihin_07020121044 full.pdf] Text
Moh. Alfan Sholihin_07020121044 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 October 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Moh. Alfan Sholihin_07020121044.pdf] Text
Moh. Alfan Sholihin_07020121044.pdf

Download (2MB)

Abstract

Pakaian dalam masyarakat Madura, khususnya di Desa Batuputih Laok, memiliki makna yang melampaui fungsi estetis maupun praktis. Ia dipahami sebagai simbol kehormatan, identitas budaya, sekaligus representasi harga diri yang dijaga secara kolektif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis makna harga diri pemuda dalam pemilihan pakaian pada acara pernikahan, dengan menggunakan perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemuda, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep. Analisis dilakukan dengan menelaah pengalaman subjektif informan menggunakan konsep-konsep Schutz seperti stock of knowledge, because motives, in order to motives, intersubjektivitas, dan tipipikasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna harga diri dalam pemilihan pakaian pemuda terbagi ke dalam tiga dimensi utama. Pertama, pakaian dipahami sebagai simbol kehormatan sosial-budaya yang merepresentasikan martabat individu, keluarga, dan komunitas. Kedua, pakaian menjadi ekspresi harga diri kolektif melalui keseragaman dan kerapian, terutama saat pemuda berperan sebagai panitia (panjek) dalam acara pernikahan. Ketiga, pilihan berpakaian juga merupakan respons terhadap tekanan sosial, di mana pemuda berusaha menghindari cibiran atau penilaian negatif demi mempertahankan martabat. Analisis dengan fenomenologi Schutz memperlihatkan bahwa pengalaman berpakaian para pemuda dibentuk oleh akumulasi pengetahuan budaya, pengalaman masa lalu, tujuan sosial yang ingin dicapai, serta makna intersubjektif yang dinegosiasikan bersama dalam komunitas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Sholihin, Moh. Alfan mohalfansholihin@gmail.com 07020121044
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Alamsyah, Anas Amin anas.amin.alamsyah@gmail.com 2129047001
Uncontrolled Keywords: Harga diri; pakaian; pemuda; pernikahan; Madura; fenomenologi
Subjects: Filsafat > Filsafat Islam
Budaya
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Moh. Alfan Sholihin
Date Deposited: 08 Oct 2026 08:00
Last Modified: 08 Oct 2026 08:00
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86385

Actions (login required)

View Item
View Item