Fuada, Nada Buroidatul (2026) Simbol komunikasi dakwah dalam tradisi Sanggring di Desa Gumeno Manyar Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nada Buroidatul Fuada_04010122016 ok.pdf
Download (2MB)
Nada Buroidatul Fuada_04010122016 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2029.
Download (2MB)
Abstract
Di Masjid Jami' Sunan Dalem di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, sanggring disajikan sebagai menu buka puasa bersama setiap tanggal 23 Ramadhan. Tradisi Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, merupakan praktik budaya lokal yang mengintegrasikan unsur-unsur keagamaan Islam dengan elemen tradisional Jawa. Tradisi ini dianggap sebagai warisan yang dikaitkan dengan Sunan Dalem, seorang penyebar Islam di Gresik. Sebelum buka puasa, dilakukan upacara pembacaan doa dan konsumsi menu "Sanggring", yang dianggap sebagai cara untuk mengobati penyakit. Tradisi Sanggring, yang biasanya disebut sebagai "Kolak Ayam", yang dilakukan di Desa Gumeno memiliki ciri unik yang sampai saat ini tidak ditemukan di tempat lain. Tradisi ini masih berlangsung hingga saat ini. Penulis menganggap penting untuk meneliti tradisi ini karena menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Penelitian ini difokuskan pada tiga persoalan penting yang dituangkan dalam rumusan masalah sebagai berikut: Bagaimana ritual yang dijalankan dalam tradisi Sanggring di Desa Gumeno Manyar, Gresik? Bagaimana makna simbol komunikasi dakwah yang terkandung dalam tradisi Sanggring di Desa Gumeno, Manyar, Gresik ?. Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol-simbol komunikasi dakwah dalam tradisi Sanggring melalui pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teori dakwah kultural yang menekankan dakwah sebagai proses budaya, pendekatan etnografi untuk memahami konteks sosial-budaya secara mendalam, serta teori fungsionalisme Malinowski yang melihat fungsi sosial dari simbol-simbol tersebut dalam mempertahankan kohesi masyarakat. Penulis menggunakan teori fungsionalisme dari antropolog modern Bronislaw Malinowski. Malinowski mengatakan bahwa setiap elemen kebudayaan dapat memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, sosial budaya, dan lainnya. Studi ini menemukan bahwa tradisi buka bersama dengan menu Sanggring dipengaruhi oleh peristiwa sakit yang dialami Sunan Dalem (Putra Sunan Giri) saat berdakwah di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Selain itu, tradisi ini diperkuat oleh pengalaman ajaib dan keyakinan masyarakat setelah buka bersama dengan menu Sanggring di masjid Jami Sunan Dalem. Dalam kehidupan masyarakat lokal, Sanggring memiliki makna dan nilai yang unik yang sangat erat dengan Islam. Selain digunakan pada awalnya sebagai cara untuk menunjukkan rasa syukur atas kesembuhan Sunan Dalem, fungsinya telah berkembang menjadi fungsi sosial, budaya, politik, dan sebagainya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sanggring; masyarakat Gumeno; makna simbolis; nilai; fungsi | ||||||||
| Subjects: | Dakwah Komunikasi Tradisi Islam |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam | ||||||||
| Depositing User: | Nada Fuada | ||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 03:20 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 03:20 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87345 |
