Enjeliza, Sindi (2026) Bentuk stimulus keluarga dalam upaya meningkatkan pemerolehan bahasa anak disabilitas intelektual usia remaja: kajian psikolinguistik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sindi Enjeliza_03020422060 ok.pdf
Download (1MB)
Sindi Enjeliza_03020422060 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2029.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk stimulus keluarga dalam upaya meningkatkan pemerolehan bahasa anak dengan disabilitas intelektual usia remaja. Penelitian ini juga membahas bagaimana stimulus diberikan oleh keluarga. Penelitian ini menggunakan teori psikolinguistik behaviorisme B.F.Skinner. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang remaja usia 15 tahun dengan diagnosis disabilitas intelektual ringan (IQ 50). Data dianalisis untuk melihat bagaimana bentuk stimulus yang diberikan keluarga dalam upaya meningkatkan pemerolehan bahasa anak disabilitas intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus bahasa yang diberikan keluarga, khususnya Ibu, terbagi ke dalam stimulus verbal, stimulus nonverbal, serta penguatan (reinforcement). Stimulus verbal meliputi instruksi lisan, pertanyaan bertahap, pemodelan bahasa, dan pengulangan ujaran yang disesuaikan dengan kemampuan kognitif anak. Stimulus nonverbal diwujudkan melalui gestur, ekspresi wajah, kontak mata, dan intonasi suara yang berfungsi memperjelas makna ujaran sekaligus membantu regulasi emosi anak. Penguatan positif diberikan secara bertahap melalui pujian, gestur apresiatif, dan respons emosional yang menumbuhkan rasa percaya diri anak. Cara pemberian stimulus bahasa dilakukan secara fleksibel, baik secara spontan maupun terencana, dengan frekuensi yang konsisten dalam aktivitas seharihari seperti mengantar sekolah, makan, mandi, beribadah, dan persiapan belajar. Respons anak terhadap stimulus menunjukkan perkembangan positif, ditandai dengan meningkatnya kemampuan menyusun kalimat lengkap dan menceritakan pengalaman secara runtut, terutama dalam lingkungan yang dirasa aman dan nyaman. Temuan penelitian ini sejalan dengan teori behaviorisme Skinner yang menekankan peran stimulus, respons, dan penguatan dalam pemerolehan bahasa, namun juga menunjukkan bahwa faktor kenyamanan emosional memiliki pengaruh penting dalam keberhasilan stimulasi bahasa pada anak dengan disabilitas intelektual usia remaja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Stimulus keluarga; pemerolehan bahasa; disabilitas intelektual; psikolinguistik | ||||||||
| Subjects: | Psikologi > Keluarga Psikologi > Tuna Grahita Linguistik > Psikolinguistik |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia | ||||||||
| Depositing User: | Sindi Enjeliza | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 03:35 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 03:35 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87460 |
