Anggraeni, Nofalia Cindi (2026) Cut off from toxic relationship: kajian tematik hadis silaturahmi perspektif psikologi Carl Rogers. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nofalia Cindi Anggraeni_07010522012 ok.pdf
Download (2MB)
Nofalia Cindi Anggraeni_07010522012 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2029.
Download (1MB)
Abstract
Tidak semua interaksi menghasilkan hubungan interpersonal yang sehat, justru bisa sebaliknya. Hal ini yang mendasari cut off from toxic relationship, yang peneliti amati dari orang-orang sekitar dimana mereka berbagi pengalaman terkait cut off, dengan alasan menjaga kesehatan mental. Padahal secara konsep, perilaku cut off bertolak belakang dengan ajaran hadis silaturahmi. Maka, karena permasalahan ini erat kaitannya dengan psikologi, disini peneliti menggunakan psikologi sebagai pendekatan dengan teori self-actualization (aktualisasi diri) Carl Rogers. Dimana menurut Rogers, setiap individu memiliki dorongan selfactualization murni dalam dirinya. Tujuan dari penelitian ini adalah agar ketika seseorang mendapat perlakuan buruk dari orang lain tidak langsung memutus silaturahmi dengan cut off, yang bertolak belakang dengan syari`at. Akan tetapi tidak mengartikan harus memaksakan diri membersamai orang-orang yang mengancam kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian data diolah secara kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, berdasarkan hasil wawancara dengan lima informan, empat diantaranya melakukan cut off terhadap teman/rekan, dan satu diantaranya menerapkan cut off kepada kerabat dekat. Ketika ditinjau melalui pemaknaan hadis silaturahmi, menjelaskan silaturahmi yang wajib disambungkan adalah silaturahmi yang terdapat hubungan kekerabatan yang mahram di dalamnya (terkecuali sepupu, sebab sepupu boleh saling menikah). Sehingga melakukan cut off demi kebaikan diri diluar hubungan kekerabatan hukumnya boleh. Selanjutnya, peneliti menggunakan perspektif psikologi Carl Rogers terhadap cut off yang ditinjau menggunakan pemaknaan hadis silaturahmi, menguraikan bahwa apa yang dilakukan informan yang memilih melakukan cut off, adalah bentuk dorongan aktualisasi diri secara murni. Selain itu juga menunjukkan bahwa seseorang akan ada saatnya menjadi fully functioning person, dan tidak hidup dengan condition of worth. Demikian ini, jika yang toxic adalah teman, cut off boleh dilakukan karena tidak bertentangan dengan hadis. Akan tetapi jika yang toxic adalah pihak kerabat, maka cukup menjaga jarak namun tidak sampai diniatkan memutus silaturahmi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Cut off; toxic relationship; hadis silaturahmi; self-actualization | ||||||||
| Subjects: | Akhlak Islam dan Ilmu Pengetahuan Hadis |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis | ||||||||
| Depositing User: | Nofalia Cindi Anggraeni | ||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:46 | ||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:46 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87534 |
