Vernakularisasi multi-bahasa dalam tafsir populer Indonesia: analisis atas the Qur'anything karya Ismail al Ascholy

Qadri, Nur Fadhilah Laylatul (2026) Vernakularisasi multi-bahasa dalam tafsir populer Indonesia: analisis atas the Qur'anything karya Ismail al Ascholy. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Nur Fadhilah Laylatul Qadri_07040322137 ok.pdf] Text
Nur Fadhilah Laylatul Qadri_07040322137 ok.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Nur Fadhilah Laylatul Qadri_07040322137 full.pdf] Text
Nur Fadhilah Laylatul Qadri_07040322137 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2029.

Download (1MB)

Abstract

Vernakularisasi merupakan proses penyesuaian ajaran Islam, khususnya al-Qur’ān melalui bahasa dan aksara lokal agar mudah dipahami oleh masyarakat setempat. Vernakularisasi dalam tradisi tafsir Nusantara telah berlangsung lama sejak ditemukannya karya-karya tafsir yang menggunakan berbagai bahasa daerah hingga bahasa Indonesia. Adanya perkembangan media sosial akhirnya melahirkan bentuk vernakularisasi dalam bentuk digital, di mana penafsiran al-Qur’ān disampaikan melalui platfrom digital dengan bahasa yang ringan dan populer, sehingga terasa dekat dengan pembaca generasi muda. Salah satu karya tafsir yang lahir dari penafsiran digital tersebut ialah buku The Qur’anything karya Ismail Al-Ascholy. Buku ini menarik untuk dikaji karena memperlihatkan praktik vernakularisasi yang awalnya dalam bentuk digital sampai menjadi buku cetak.Dengan begitu penelitian ini akan membahas mengenai bentuk-bentuk vernakularisasi dan bagaimana Ismail Al-Ascholy melakukan vernakularisasi dalam buku The Qur’anything. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks,serta menggunakan teori vernakularisasi yang dikemukakan oleh Anthony H. Johns. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vernakularisasi dalam The Qur’anything terdiri dari dua bentuk yaitu dari segi bahasa dan segi penafsiran dengan menggunakan 3 jenis bahasa: Indonesia populer, Madura, dan Jawa. Ismail Al-Ascholy melakukan vernakularisasi dengan lima pola, yaitu sebagai penekanan makna, meringkas dan menyederhanakan terjemahan, pembahasalokalan, penggunaan bahasa sarkas, dan kontekstualisasi makna dalam kehidupan sehari-hari. Melalui praktik vernakularisasi tersebut Ismail Al-Ascholy memiliki tujuan untuk menyederhanakan penyampaian makna agar pembaca lebih mudah memahami dan merenungkan isi al-Qur’ān , sehingga penafsirannya dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Qadri, Nur Fadhilah Laylatul dwbrownies@gmail.com 07040322137
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Kamil, Ahmad Zaidanil ahmad.zaidanil@uinsa.ac.id 2030069403
Uncontrolled Keywords: Vernakularisasi; The Qur’anything; Ismail Al Ascholy
Subjects: Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Nur Fadhilah Laylatul Qadri
Date Deposited: 30 Sep 2026 07:54
Last Modified: 30 Sep 2026 07:54
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87711

Actions (login required)

View Item
View Item