Huda, Ikmal Tahjibil (2026) Pandangan hadis tentang kasih sayang terhadap penyandang disabilitas mental pada pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibn Rusydi: telaah ma‘ani al-hadis tentang kasih sayang perspektif Erich Fromm. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ikmal tahjibil Huda_02040623015 OK.pdf
Download (2MB)
Ikmal tahjibil Huda_02040623015 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 September 2029.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji implikasi ma‘ānī al-ḥadīṡ tentang kasih sayang terhadap penyandang disabilitas mental di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibn Rusydi dengan perspektif Erich Fromm. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas masih adanya problem sosial berupa stigma, keterbatasan penerimaan sosial, serta rendahnya kepercayaan diri penyandang disabilitas mental di lingkungan pendidikan Islam. Kasih sayang sebagai nilai fundamental dalam hadis diyakini memiliki peran strategis dalam membangun relasi yang manusiawi dan memberdayakan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengasuh, guru, dan santri, serta dokumentasi kegiatan pesantren. Selain itu, dilakukan kajian kepustakaan terhadap hadis-hadis tentang kasih sayang untuk menilai kualitas hadis dari aspek sanad dan matan serta menelaah maknanya melalui pendekatan ma‘ānī al-ḥadīṡ. Data dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mental di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ibn Rusydi menghadapi berbagai problem sosial, namun dapat diminimalisasi melalui penerapan kasih sayang yang berbasis kesabaran, perhatian, pengertian, dan penghargaan. Kualitas hadis-hadis tentang kasih sayang yang digunakan sebagai dasar pembinaan mayoritas berderajat ṣaḥīḥ dan ḥasan, serta secara ma‘ānī al-ḥadīṡ mengandung makna kontekstual berupa tuntutan untuk memberdayakan dan memanusiakan individu yang berada dalam kondisi rentan. Implikasi ma‘ānī al-ḥadīṡ tersebut selaras dengan teori cinta produktif Erich Fromm yang menekankan unsur perhatian, tanggung jawab, penghargaan, dan pemahaman. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan stabilitas emosional, kepercayaan diri, dan kemandirian santri penyandang disabilitas mental.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ma‘ani al-ḥadis; kasih sayang; disabilitas mental; pesantren; Erich Fromm. | ||||||||||||
| Subjects: | Masalah sosial Hadis |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Hadis | ||||||||||||
| Depositing User: | ikmal tahjibil huda | ||||||||||||
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 21:04 | ||||||||||||
| Last Modified: | 24 Sep 2026 21:04 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/87979 |
