Istifadhoh, Nurul (2026) Integrasi maqaṣid sharī‘ah dan sustainable livelihood framework dalam kebijakan hilirisasi UMKM: analisis implementasi dan daya saing nasional pada UMKM Binaan Ademos Indonesia. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nurul Istifadhoh_01040222013 OK.pdf
Download (4MB)
Nurul Istifadhoh_01040222013 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2029.
Download (4MB)
Abstract
Kebijakan hilirisasi nasional sering kali menciptakan dualisme ekonomi yang memarjinalkan UMKM akibat keterbatasan modal fisik dan teknologi dibandingkan industri skala besar. Penelitian ini merekonstruksi model kebijakan hilirisasi UMKM melalui integrasi Maqāṣid Sharī‘ah dan Sustainable Livelihood Framework (SLF) guna meningkatkan daya saing nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai normatif agama dapat berpadu dengan instrumen operasional penghidupan dalam memperkuat posisi tawar UMKM. Metode penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif melibatkan survei 100 pelaku UMKM binaan ADEMOS di wilayah Bojonegoro dan Blora, yang kemudian diperdalam melalui tahap kualitatif berupa wawancara mendalam dan observasi lapangan. Data dianalisis secara integratif menggunakan teknik statistik dan perangkat lunak NVivo untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi aset dan implementasi nilai di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi SLF dan Maqāṣid Sharī‘ah menghasilkan model temuan empiris yang membuktikan bahwa penguatan modal manusia berkorelasi positif dengan prinsip ḥifẓ al-‘aql melalui inovasi produk, sementara modal sosial yang berlandaskan ḥifẓ al-dīn memperkuat kepercayaan (trust) dalam jejaring usaha. Meskipun terdapat kendala pada keterbatasan aset fisik, internalisasi nilai keberkahan dan kejujuran mampu memitigasi risiko kerentanan ekonomi. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi melalui pengembangan Maqāṣidic Livelihood Index (MLI). Model ini mentransformasi lima perlindungan Maqāṣid menjadi indikator terukur untuk mengevaluasi efektivitas hilirisasi berkeadilan. Implikasi praktisnya menunjukkan keberhasilan hilirisasi bergantung pada penyediaan infrastruktur produksi bersama (shared factory) dan penguatan ethical branding berbasis prinsip halal-thayyib. Peran lembaga seperti ADEMOS menjadi krusial dalam memperkuat modal sosial-spiritual guna meningkatkan daya saing UMKM di pasar global secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Hilirisasi UMKM; Maqāṣid Sharī‘ah; Sustainable Livelihood Framework (SLF); Daya Saing; ADEMOS Indonesia. | ||||||||||||
| Subjects: | Ekonomi Islam | ||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Ekonomi Syariah | ||||||||||||
| Depositing User: | Nurul Istifadhoh | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:16 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:16 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88005 |
