Anggraini, Nur Afni Dhea (2026) Analisis Fatwa DSN MUI Nomor 112/DSN-MUI/IX/2017 tentang Akad Ijārah Terhadap Jasa Animal Communicator pada akun X. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Nur Afni Dhea Anggraini_05020221075 ok.pdf
Download (2MB)
Nur Afni Dhea Anggraini_05020221075 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 September 2028.
Download (5MB)
Abstract
Praktik penyediaan jasa Animal Communicator melalui media sosial, khususnya X, semakin dikenal di masyarakat. Jasa ini menawarkan layanan komunikasi dengan hewan peliharaan melalui perantara seorang praktisi, baik untuk memahami perilaku hewan, mengetahui keinginan, hingga membantu pencarian hewan yang hilang. Namun, keberadaan jasa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keabsahan akad dan objek transaksinya dalam perspektif hukum Islam. Berdasarkan hal tersebut peneliti mengangkat judul ”Analisis Fatwa DSN-MUI NOMOR 112/DSN-MUI/IX/2017 Tentang Akad Ijārah Terhadap Jasa Animal Communicator Pada Akun X” dengan rumusan masalah Bagaimana praktik sewa jasa Animal Communicator pada akun X Dan Bagaimana analisis Fatwa DSN-MUI Nomor 112/DSN MUI/IX/2017 terhadap akad ijārah pada sewa jasa Animal Communicator pada akun X. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengguna jasa dan penyedia jasa Toko AL, sedangkan data sekunder berupa Fatwa DSN-MUI Nomor 112/2017, literatur fikih, buku hukum ekonomi syariah, serta dokumentasi konten dari akun terkait. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jasa Animal Communicator pada akun X dari sisi rukun ijārah, yaitu pihak yang berakad (ʿāqidain), akad (ṣīghat), dan upah (ujrah), telah terpenuhi. Namun, dari sisi manfaat, jasa ini masih sulit diverifikasi secara ilmiah dan kebenarannya tidak dapat dipastikan, sehingga menimbulkan potensi adanya unsur gharar (ketidakjelasan) dan maysir (spekulasi). Dengan demikian, meskipun secara formal menyerupai akad ijārah, keabsahannya menurut Fatwa DSN-MUI Nomor 112/2017 masih memerlukan peninjauan lebih lanjut. Penelitian ini merekomendasikan agar penyedia jasa lebih memperjelas dasar dan metode layanan yang ditawarkan untuk meminimalisasi potensi gharar. Di sisi lain, kepada masyarakat Muslim, penelitian ini menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan jasa yang belum memiliki kepastian manfaat, agar terhindar dari praktik muamalah yang berpotensi bertentangan dengan prinsip syariah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Fatwa Komunikasi Muamalat Muamalah |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Nur Afni Dhea Anggraini | ||||||||
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 07:44 | ||||||||
| Last Modified: | 30 Oct 2026 07:44 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88307 |
