Doktrin kebebasan dan implementasinya di Pesantren Fadllillah Tambaksumur Waru Sidoarjo

Fashilin, Moch Khoirul (2026) Doktrin kebebasan dan implementasinya di Pesantren Fadllillah Tambaksumur Waru Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Moch Khoirul Fashilin_07020120035 ok.pdf] Text
Moch Khoirul Fashilin_07020120035 ok.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Moch Khoirul Fashilin_07020120035 full.pdf] Text
Moch Khoirul Fashilin_07020120035 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji doktrin kebebasan serta implementasinya dalam kehidupan pesantren, dengan studi kasus di Pesantren Fadllillah Sidoarjo. Doktrin kebebasan dalam pesantren sering kali dipahami secara paradoksal, mengingat pesantren identik dengan sistem aturan, disiplin, dan kepatuhan terhadap otoritas keagamaan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana kebebasan dikonstruksi, dimaknai, dan dipraktikkan oleh santri dalam kerangka nilai-nilai pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan santri dan pengurus pesantren, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Kerangka analisis yang digunakan adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang menekankan tiga momen dialektis dalam pembentukan realitas sosial, yaitu eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin kebebasan di Pesantren Fadllillah pertama-tama dieksternalisasikan oleh pihak pesantren melalui kebijakan pendidikan, peraturan, kurikulum, serta keteladanan pengasuh dan pengurus. Kebebasan tidak diajarkan sebagai kebebasan absolut, melainkan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab dan terikat pada nilai-nilai keislaman serta tradisi pesantren. Selanjutnya, doktrin kebebasan tersebut mengalami proses objektivasi, di mana nilai-nilai kebebasan dilembagakan dalam bentuk norma, kebiasaan, dan budaya pesantren yang diterima secara kolektif oleh santri sebagai realitas sosial yang bersifat taken for granted. Pada tahap ini, kebebasan dipahami sebagai bagian dari sistem pesantren yang “wajar” dan tidak lagi dipertanyakan secara reflektif oleh sebagian besar santri. Proses internalisasi terjadi ketika santri menyerap dan memaknai doktrin kebebasan tersebut dalam kesadaran subjektif mereka melalui pengalaman hidup sehari-hari di pesantren. Santri tidak hanya mematuhi aturan, tetapi juga membangun pemahaman bahwa kebebasan berarti kemampuan mengelola diri, berpikir mandiri, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta menempatkan diri dalam relasi sosial yang harmonis. Implementasi doktrin kebebasan ini tercermin dalam sikap santri yang relatif mandiri, memiliki ruang berekspresi dalam batas-batas tertentu, serta mampu menyeimbangkan antara kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran personal. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa doktrin kebebasan di Pesantren Fadllillah Sidoarjo bukanlah antitesis dari sistem pesantren, melainkan hasil konstruksi sosial yang mempertemukan nilai kebebasan dengan disiplin dan moralitas religius. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian sosiologi agama dan pendidikan Islam, khususnya dalam memahami dinamika kebebasan dalam institusi pendidikan berbasis tradisi keagamaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Fashilin, Moch Khoirul khoirulfasilin5@gmail.com 07020120035
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Alamsyah, Anas amin anasaminalamsyah@uinsa.ac.id 2129047001
Subjects: Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Moch Khoirul Fashilin
Date Deposited: 30 Oct 2026 07:28
Last Modified: 30 Oct 2026 07:28
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/88314

Actions (login required)

View Item
View Item