Aprilianto, Rizki Dwi (2025) Analisis perilaku konsumen dan akad dalam transaksi shopee flash sale: studi perspektif sosiologi hukum islam. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Rizki Dwi Aprilianto_02240123008 OK.pdf
Download (7MB)
Rizki Dwi Aprilianto_02240123008 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 October 2029.
Download (7MB)
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola transaksi jual beli, termasuk kemunculan e-commerce seperti Shopee yang memanfaatkan strategi flash sale untuk menarik konsumen, diantaranya di wilayah pesantren. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji fenomena Shopee flash sale dalam perspektif akad ju’alah dan perilaku konsumen Monzer Kahf (Studi Kasus di Pondok Pesantren Jam’iyyatut Tholibin Ad Dahlany).Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan konseptual. Penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Jam’iyyatut Tholibin Ad Dahlany Bojonegoro. Sumber data primer berasal dari 13 santri Takhassus Pondok Pesantren Jam’iyyatut Tholibin Ad Dahlany dan aplikasi Shopee. Sedangkan sumber data sekunder meliputi buku, jurnal, dan fatwa DSN-MUI tentang akad ju'alah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan, melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.Temuan penelitian menunjukkan bahwa transaksi Shopee flash sale yang dilakukan oleh santri Takhassus Pondok Pesantren Jam’iyyatut Tholibin Ad Dahlany Bojonegoro telah sah secara hokum Islam karena telah memenuhi unsur akad ju’alah, yaitu adanya pihak pemberi ju’alah (Shopee dan Seller), syarat tindakan (pembelian cepat), dan imbalan (potongan harga) dan memenuhi prinsip transparansi dan keadilan. Meskipun demikian, mayoritas informan (santri takhassus) mengaku membeli barang karena tergoda diskon besar dan tekanan waktu, bukan semata karena kebutuhan. Karena itu, berdasarkan Teori Perilaku Konsumen Monzer Kahf, perilaku konsumsi yang dominan ini mengarah pada sifat israf (berlebih-lebihan) dan tabdzir (pemborosan), serta cenderung didasarkan pada kepuasan jangka pendek dan dorongan emosional daripada pertimbangan rasional dan maslahat jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun flash sale sah secara formal akad, nilai-nilai konsumsi yang ditimbulkan tidak selalu selaras dengan konsep rasionalisme yang dikemukakan Monzer Kahf. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang lebih aplikatif di lingkungan pesantren untuk membentuk konsumen muslim yang bertanggung jawab di era digital.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Flash Sale; Ju’alah; Perilaku Konsumen; Pondok Pesantren | ||||||||||||
| Subjects: | Ekonomi Islam Hukum Islam Hukum Islam > Jual Beli |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Dirasah Islamiyah | ||||||||||||
| Depositing User: | Rizki Dwi Aprilianto | ||||||||||||
| Date Deposited: | 10 Oct 2026 00:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 10 Oct 2026 00:52 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/90714 |
