Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun teter (Solanum Erianthum D. Don) dan rimpang temu hitam (Curcuma Aeruginosa) serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus

Adela, Wanda Octa (2026) Uji aktivitas antibakteri ekstrak daun teter (Solanum Erianthum D. Don) dan rimpang temu hitam (Curcuma Aeruginosa) serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus. Undergraduate thesis, UIN Sunan Amoel Surabaya.

[thumbnail of Wanda Octa Adela_09020122039.pdf] Text
Wanda Octa Adela_09020122039.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Wanda Octa Adela_09020122039_Full.pdf] Text
Wanda Octa Adela_09020122039_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.

Download (4MB)

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan salah satu mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan berbagai penyakit pada manusia. Ekstrak tumbuhan berpotensi menjadi alternatif dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun teter (Solanum erianthum D. Don) dan rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa) serta kombinasi keduanya terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan beberapa variasi konsentrasi perlakuan. Pengujian dilakukan menggunakan metode difusi cakram untuk mengetahui daya hambat, serta metode dilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teter dan rimpang temu hitam serta kombinasi keduanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Perlakuan dengan daya hambat tertinggi diperoleh pada P5 (ekstrak rimpang temu hitam 100%) dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 25,5 mm. Hasil uji Kruskal-wallis pada hasil zona hambat menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p value=0,002) antarperlakuan terhadap aktivitas antibakteri S. aureus. Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada perlakuan P5 (ekstrak rimpang temu hitam 100%), namun hasil uji duncan menunjukkan bahwa P5 (ekstrak rimpang temu hitam 100%) tidak berbeda nyata dengan P3 (kombinasi ekstrak daun teter 25% dan ekstrak rimpang temu hitam 75%). Pada uji dilusi, nilai KHM ekstrak rimpang temu hitam 100% diperoleh pada konsentrasi minimum 1,25%. Nilai KBM berdasarkan bakteri yang tumbuh di media agar pada perlakuan ekstrak rimpang temu hitam 100% diperoleh pada konsentrasi 10%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
Name Email NIM
Adela, Wanda Octa ocwanda0@gmail.com 09020122039
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Agustina, Eva eva_agustina@uinsby.ac.id. 2030088901
Thesis advisor Jariyah, Ita Ainun ita.ainun@gmail.com 0705128601
Uncontrolled Keywords: Teter; temu hitam; antibakteri; staphylococcus aureus; zona hambat
Subjects: Biologi
Potensi
Pengobatan Tradisional
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi
Depositing User: Dimsum Wanda Octa Adela
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:02
Last Modified: 06 Aug 2026 04:02
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91964

Actions (login required)

View Item
View Item