Patianansa, Sebena Gaos (2026) Internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam melalui tradisi Ngaji Kayat dalam Upacara Adat Nyiwaq pada masyarakat Desa Giri Madia Lombok NTB. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Sebena Gaos Patianansa_02240824021 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2029.
Download (3MB)
Sebena Gaos Patianansa_02240824021.pdf
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini melatarbelakangi pentingnya pelestarian kearifan lokal sebagai media alternatif dalam penguatan pendidikan karakter religius di tengah arus modernisasi. Fokus penelitian ini adalah mengkaji tradisi Ngaji Kayat yang diintegrasikan dalam upacara adat kematian Nyiwaq pada masyarakat suku Sasak di Desa Giri Madia, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terkandung dalam syair-syair Kayat serta menganalisis proses internalisasi nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, pembaca hikayat (Hadi dan Pujangge), serta dokumentasi kitab Hikayat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan teori Koentjaraningrat, Muhaimin dan Abdul Mujib dan Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngaji Kayat mengandung nilai-nilai substantif Pendidikan Agama Islam yang mencakup nilai ketauhidan (akidah), nilai keluhuran budi pekerti (akhlak), serta pengingat akan kematian. Proses internalisasi nilai-nilai tersebut berlangsung melalui tiga tahapan utama: transformasi nilai melalui pelantunan syair, transaksi nilai melalui penerjemahan dan diskusi makna teks secara kolektif, serta transinternalisasi nilai di mana pesan-pesan tersebut melekat menjadi pandangan hidup dan aturan perilaku sosial kemasyarakatan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa tradisi Ngaji Kayat dalam upacara Nyiwaq bukan sekadar ritual sinkretisme budaya, melainkan sebuah instrumen pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang efektif dalam mentransmisikan ajaran agama dari generasi ke generasi guna menjaga harmoni sosial berbasis nilai religius.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Internalisasi nilai; Pendidikan Agama Islam; Ngaji Kayat; Nyiwaq | ||||||||||||
| Subjects: | Budaya - Agama Masyarakat Adat |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | sebena gaos | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 06:55 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 06:55 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92183 |
