Prihantya, Muhammad Fardan An Nabil (2026) Strategi pengislaman melalui politik perkawinan dalam teks Serat Menak. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Fardan An Nabil Prihantya_03040222102 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 October 2029.
Download (5MB)
Muhammad Fardan An Nabil Prihantya_03040222102.pdf
Download (5MB)
Abstract
Penelitian ini membahas strategi pengislaman melalui politik perkawinan dalam teks Serat Menak. Kajian ini berangkat dari tiga rumusan masalah, yaitu sistematika tembang macapat dalam teks Serat Menak, sejarah perkawinan yang digambarkan dalam teks, serta strategi pengislaman melalui politik perkawinan yang direpresentasikan di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan filologi dan hermeneutika Paul Ricoeur. Pendekatan filologi digunakan untuk membaca struktur teks, sistematika tembang, dan kandungan naratif naskah, sedangkan hermeneutika Paul Ricoeur digunakan untuk menafsirkan makna politik perkawinan sebagai bagian dari strategi pengislaman kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama sistematika tembang macapat dalam Serat Menak tersusun melalui beberapa jenis metrum, seperti Asmarandana, Megatruh, Sinom, Dhandhanggula, Pangkur, Kinanthi, dan Pocung. Setiap metrum memiliki fungsi naratif yang berbeda, mulai dari pembukaan religius, penggambaran konflik, peperangan, duka cita, hingga rekonsiliasi. Kedua sejarah perkawinan dalam teks Serat Menak digambarkan sebagai bagian dari hubungan politik antartokoh dan antarkerajaan, terutama melalui perkawinan antara tokoh Muslim dengan perempuan bangsawan atau elite non-Islam. Perkawinan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ikatan keluarga, tetapi juga sebagai sarana diplomasi, pembentukan aliansi, penyatuan garis keturunan, dan legitimasi kekuasaan Islam. Ketiga strategi pengislaman melalui politik perkawinan dalam Serat Menak tampak dalam cara teks menempatkan perkawinan sebagai media penyebaran nilai-nilai Islam secara bertahap. Melalui relasi suami-istri, keluarga, dan jaringan kekerabatan, nilai Islam diinternalisasikan ke dalam kehidupan tokoh serta masyarakat yang direpresentasikan dalam teks. Politik perkawinan juga berfungsi untuk meredam konflik, mengubah relasi permusuhan menjadi hubungan kekeluargaan, serta membentuk komunitas Muslim baru yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, Serat Menak merepresentasikan model Islamisasi kultural yang adaptif, persuasif, dan berkelanjutan, dengan menempatkan perkawinan sebagai media dakwah, transformasi sosial, dan pembentukan peradaban Islam Jawa.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Serat Menak; politik perkawinan; islamisasi; budaya Jawa; dakwah kultural | ||||||||||||
| Subjects: | Budaya Islam Dakwah Kebudayaan Jawa |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | fardan nabil | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 03:10 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Oct 2026 03:10 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92192 |
