Billah, Rizqiyatul Maulidina (2026) Skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak ko-kultur isolat jamur endofit dari daun binahong (Anredera Cordifolia) terhadap Staphylococcus Aureus. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Rizqiyatul Maulidina Billah_09020122031 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 August 2029.
Download (10MB)
Rizqiyatul Maulidina Billah_09020122031.pdf
Download (10MB)
Abstract
Resistensi antibiotik Staphylococcus aureus terhadap obat sintetik semakin meningkat dan menjadi masalah kesehatan global yang cukup serius. Hal tersebut mendorong pencarian agen antibakteri alami yang lebih efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia dan menguji aktivitas antibakteri ekstrak ko-kultur isolat jamur endofit daun binahong (Anredera cordifolia) terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan isolat tunggal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 7 perlakuan dan 4 kali pengulangan. Tiga isolat terpilih (Aspergillus niger, Cladosporium sp., dan Aspergillus flavus) diisolasi dari daun binahong, difermentasi dalam media Potato Dextrose Broth secara tunggal (F1-F3) dan ko-kultur (F4-F7) selama 18 hari, dan diekstrak menggunakan etil asetat, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar. Hasil uji antagonis jamur endofit yang diperoleh dari hasil isolasi daun binahong menunjukkan bahwa isolat H5 (Aspergillus flavus) memberikan zona hambat terbesar (8 mm). Hasil uji kompetisi menunjukkan bahwa isolat H2 (Aspergillus niger) memiliki diameter pertumbuhan terbesar (90 mm). Skrining fitokimia dilakukan secara deskriptif, sedangkan data uji antibakteri dianalisis menggunakan uji kruskal wallis dan uji mann-whitney. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid, dengan variasi jenis senyawa yang berbeda pada setiap perlakuannya. Analisis statistik kruskal-wallis menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p < 0,05). Uji antibakteri menunjukkan ekstrak ko-kultur memberikan zona hambat lebih tinggi dibandingkan isolat tunggal. Perlakuan terbaik F6 (Cladosporium sp. + Aspergillus flavus) menghasilkan diameter zona hambat 13,725 ± 4,131 mm (kuat). Penelitian ini membuktikan bahwa metode ko-kultur isolat jamur endofit daun binahong berpotensi meningkatkan produksi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Jamur endofit; Anredera cordifolia; ko-kultur; fitokimia; aktivitas antibakteri; Staphylococcus aureus | ||||||||||||
| Subjects: | Biologi Kesehatan Kesehatan Lingkungan Hidup |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi | ||||||||||||
| Depositing User: | Rizqiyatul Maulidina Billah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 08:33 | ||||||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 08:33 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92504 |
