Zakiyah, Ermita (2026) Qur’anic Spiritual Mindfulness dalam Al-Tafsir Al-Kabir dan Tafsir Al-Azhar. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ermita Zakiyah_01040323002 OK.pdf
Download (4MB)
Ermita Zakiyah_01040323002 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 September 2029.
Download (4MB)
Abstract
Persoalan kehidupan kontemporer yang penuh tekanan dan distraksi memunculkan kebutuhan mendesak akan pendekatan yang mengintegrasikan kesehatan mental dengan dimensi religius. Konsep Qur'anic Spiritual Mindfulness (QSM) menawarkan kerangka kerja yang khas, yaitu sebuah bentuk kesadaran yang berpusat pada kehadiran Allah. Penelitian ini berfokus pada tiga rumusan masalah: bagaimana epistemologi teori Spiritual Mindfulness dalam Al-Qur'an; bagaimana QSM dalam perspektif al-Tafsīr al-Kabīr dan Tafsir al-Azhar; serta bagaimana rekonstruksi QSM berbasis Al-Qur'an?. Penelitian kualitatif ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan analisis data deskriptif. Objek kajiannya adalah al-Tafsīr al-Kabīr karya al-Razi sebagai representasi ulama yang tekstual dan rasionalis, serta Tafsir al-Azhar karya H. Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) sebagai tafsir yang kontekstual dan humanis. Penelitian ini menerapkan pendekatan integrasi-interkoneksi untuk menganalisis secara kritis titik temu antara teori pemetaan kesadaran manusia karya David R. Hawkins dengan al-Tafsīr al-Kabīr dan Tafsir al-Azhar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Epistemologi QSM merupakan peta kesadaran Qur’ani yang menuntun manusia menuju kondisi mindfulness. Peta ini dibangun dari ayat-ayat Al-Qur’an yang dipahami melalui tafsir klasik dan modern. Konsep ini mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an dengan teori emosi, sehingga kesadaran tersebut menjadi pedoman praktis bagi transformasi moral dan spiritual. 2) QSM dalam al-Tafsīr al-Kabīr dipahami sebagai kesadaran berbasis akal, dengan nalar kritis-argumentatif sebagai instrumen utama untuk memahami tauhid, jiwa dan moral. Sementara itu, QSM dalam Tafsir al-Azhar dipahami sebagai peningkatan kesadaran diri yang berfokus pada pengelolaan emosi. 3) Rekonstruksi QSM dalam al-Kabīr menekankan kematangan kognitif, tafakur dan tadzakkur, sedangkan al-Azhar menekankan regulasi emosi, muha>sabah dan tazkiyah al-nafs. Kedua tafsir ini menghadirkan peta kesadaran Qur’ani yang operasional: al-Kabīr menekankan rasionalitas akal, sedangkan al-Azhar menekankan keseimbangan emosional dan spiritual, yang secara bersama-sama menjadi jalan menuju mindfulness. Implikasi dari disertasi ini adalah memperkaya kajian dasar dalam Psikologi Islam serta mengembangkan upaya intervensi yang bersumber dari teks Al-Qur'an untuk mencapai kesehatan mental dan kesadaran ilahi yang optimal.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Al-Qur’an; Spiritual; Mindfulness; Al-Tafsir al-Kabir; Al-Tafsir Al-Azhar | ||||||||||||
| Subjects: | Psikologi Islam Al Qur'an |
||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | Ermita Ermita Zakiyah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 00:52 | ||||||||||||
| Last Modified: | 14 Sep 2026 00:52 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/92870 |
