Muhammad, Syarufuddin Nur (2026) Dampak praktik BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, Masochism) terhadap relasi harmonis hubungan suami istri perspektif hukum Islam dan undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga: studi netnografi di media sosial facebook. Undergraduate thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.
Syarifuddin Nur Muhammad_05020122089.pdf
Download (7MB)
Syarifuddin Nur Muhammad_05020122089_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.
Download (7MB)
Abstract
Berkembangnya media sosial membuka ruang diskusi mengenai praktik BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, and Masochism) yang semakin mudah ditemukan di platform seperti Facebook. Ketika praktik seksual berbasis dominasi dan sensasi nyeri ini dijalani pasangan suami istri dalam pernikahan sah, muncul pertanyaan mendasar tentang dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi praktik BDSM dalam komunitas daring Facebook, bentuk dan dampaknya terhadap relasi harmonis suami istri, serta tinjauannya berdasarkan maqāṣid al-'usrah dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UUPKDRT). Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan dan hukum Islam. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua pasangan suami istri pelaku BDSM, observasi daring menggunakan metode netnografi pada grup Facebook BDSM Indonesia, serta dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif analitis dengan pola pikir induktif, mengacu pada UUPKDRT, Peraturan Menteri PPPA Nomor 7 Tahun 2022 tentang Indeks Kualitas Keluarga, dan konsep maqāṣid al-'usrah. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, komunitas BDSM di Facebook memaknai praktik tersebut sebagai relasi intim terstruktur berbasis prinsip Safe, Sane, and Consensual (SSC). Kedua, kedua pasangan menjalani BDSM atas dasar kesepakatan bebas dengan dampak positif berupa meningkatnya komunikasi, kedekatan emosional, dan kesetiaan tanpa terbawa ke kehidupan sehari-hari. Ketiga, ditinjau dari maqāṣid al-'usrah praktik ini tidak bertentangan dengan tujuan pernikahan Islam; sedangkan berdasarkan UUPKDRT tidak memenuhi unsur kekerasan fisik, psikis, maupun seksual karena berlangsung atas kehendak bebas kedua pihak. Penelitian ini merekomendasikan bagi pasangan suami istri agar konsisten menerapkan prinsip SSC dan memperkuat dimensi spiritual; bagi akademisi agar memperluas kajian secara interdisipliner dengan informan lebih banyak; serta bagi pemerintah dan lembaga keagamaan agar merumuskan panduan normatif yang lebih jelas antara aktivitas seksual berbasis persetujuan dengan kekerasan dalam rumah tangga, sekaligus mengembangkan materi bimbingan perkawinan yang komprehensif di era digital.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Praktik BDSM (bondage, discipline, sadism, and masochism); kekerasan dalam rumah tangga | ||||||||
| Subjects: | Biologi Budaya Organisasi Hukum Islam Media Sosial |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Syarifuddi Syarifuddin Nur Muhammad | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 03:57 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:58 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93369 |
