Ilmia, Mara Nailatul (2026) Keluarga berencana dalam pandangan masyarakat Simolawang dan implikasinya terhadap ketahanan keluarga perspektif hukum Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Mara Nailatul Ilmia_05030122098.pdf
Download (1MB)
Mara Nailatul Ilmia_05030122098_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beragamnya pandangan masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB) di wilayah Simolawang, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, serta masih adanya pasangan suami istri yang tidak mengikuti program KB. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor ekonomi, pemahaman agama, serta tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pengaturan kelahiran. Di sisi lain, program KB memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga, khususnya dalam aspek ekonomi, kesehatan, dan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan utama, yaitu bagaimana pandangan masyarakat Simolawang terhadap program Keluarga Berencana (KB) serta bagaimana implikasinya terhadap ketahanan keluarga dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan hukum Islam. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Puskesmas Simolawang serta sebelas pasangan suami istri yang terdiri dari delapan pasangan pengguna KB dan tiga pasangan yang tidak menggunakan KB, observasi lapangan, serta dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pola deduktif, yaitu dengan menguraikan konsep hukum Islam dan maqāṣid al-syarī‘ah sebagai alat analisis, kemudian dikaitkan dengan data empiris yang diperoleh di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Simolawang memiliki pandangan yang beragam terhadap program KB. Sebagian masyarakat memandang KB sebagai upaya penting untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak guna meningkatkan kesejahteraan keluarga, sementara sebagian lainnya menolak dengan alasan keagamaan maupun keinginan memiliki banyak keturunan. Dari segi implikasi, keluarga yang mengikuti program KB cenderung memiliki kondisi ekonomi yang lebih stabil, kesehatan ibu dan anak yang lebih terjaga, serta hubungan keluarga yang lebih harmonis. Dalam perspektif hukum Islam, praktik KB pada dasarnya diperbolehkan selama tidak bersifat permanen dan tidak menimbulkan mudarat, serta sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs), menjaga keturunan (ḥifẓ al-nasl), dan menjaga harta (ḥifẓ al-māl). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar sosialisasi program KB terus ditingkatkan dengan pendekatan yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat. Selain itu, diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dan tokoh agama dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya KB, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan ketahanan keluarga yang lebih baik.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Keluarga Berencana (KB); ekonomi; kesehatan; keharmonisan rumah tangga | ||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Hukum Islam > Keluarga Berencana Kesejahteraan Sosial |
||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Mara Nailatul Ilmia | ||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:10 | ||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 04:10 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93397 |
