Millaty, Najma (2026) Hubungan frekuensi konsumsi sugar sweetened beverages (ssb), pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di MA Sunan Giri Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Najma Millaty_11030222005.pdf
Download (4MB)
Najma Millaty_11030222005_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 August 2029.
Download (4MB)
Abstract
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan gizi akibat perubahan gaya hidup dan pola konsumsi. Status gizi remaja berkaitan dengan berbagai faktor seperti frekuensi konsumsi sugar sweetened beverages (SSB), pola makan, serta aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan frekuensi konsumsi sugar sweetened beverages, pola makan, dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di MA Sunan Giri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 169 siswa dengan sampel sebanyak 81 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi SSB dan pola makan, serta Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A) untuk mengukur aktivitas fisik. Status gizi ditentukan melalui pengukuran antropometri berdasarkan indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U) menggunakan aplikasi WHO Antroplus. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki konsumsi SSB tinggi (48,1%), pola makan cukup (49,4%), aktivitas fisik ringan (58,0%), dan status gizi remaja sebagian besar berada pada kategori normal (56,8%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi SSB dengan status gizi (p=0,010; r=0,286) dan pola makan dengan status gizi (p=0,044; r=0,225), sedangkan aktivitas fisik tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi (p=0,349). Dapat disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi sugar sweetened beverages (SSB) dan pola makan terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi, sementara aktivitas fisik tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi pada remaja.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Aktivitas fisik; pola makan; remaja; sugar-sweetened beverages (SSB); status Gizi | ||||||||||||
| Subjects: | Remaja, Gaya hidup | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Psikologi dan Kesehatan > Kesehatan | ||||||||||||
| Depositing User: | Najma Najma Millaty | ||||||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 05:06 | ||||||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 05:06 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93437 |
