Sholihah, Laila Mar'atus (2026) Empati dalam relasi sosial emosional teman sebaya pada anak berkebutuhan khusus: studi kasus abk slow learner di SD Islam al-Chusnaini Sukodono Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Laila Mar'atus Sholiha_06010722013.pdf
Download (3MB)
Laila Mar'atus Sholiha_06010722013_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2029.
Download (3MB)
Abstract
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya relasi sosial-emosional dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif, khususnya bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kategori slow learner. Empati dalam Relasi sosial-emosional yang positif antara siswa reguler dan ABK dapat membantu terciptanya lingkungan belajar yang inklusif, nyaman, dan mendukung perkembangan sosial peserta didik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai tantangan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis antara siswa reguler dan ABK. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk empati dalam relasi sosial-emosional teman sebaya terhadap anak slow learner serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung terbentuknya empati tersebut di SD Islam Al-Chusnaini Sukodono Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas, guru shadow, siswa reguler, dan seorang anak berkebutuhan khusus kategori slow learner. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empati dalam relasi sosial-emosional teman sebaya terhadap anak slow learner berkembang dengan baik melalui empat indikator utama empati, yaitu memahami perasaan orang lain, kepedulian dan perhatian, membantu secara sukarela, serta sikap menerima. Siswa reguler mampu memahami kondisi dan kesulitan yang dialami anak slow learner, menunjukkan kepedulian melalui perhatian dan dukungan emosional, memberikan bantuan secara sukarela ketika diperlukan, serta menerima anak slow learner sebagai bagian dari kelompok sosial di kelas tanpa melakukan diskriminasi. Selain itu, penelitian ini menemukan beberapa faktor yang mendukung terbentuknya empati, yaitu intensitas interaksi dan kedekatan antar siswa, peran guru dalam menanamkan nilai-nilai empati, peran guru shadow dalam mendampingi dan memfasilitasi interaksi sosial, serta budaya kelas yang suportif dan berbasis nilai-nilai Islami. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang inklusif, didukung oleh interaksi sosial yang positif dan nilai-nilai keislaman, berperan penting dalam membentuk empati serta relasi sosial-emosional yang baik antara siswa reguler dan anak slow learner.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Empati; relasi sosial-emosional; teman sebaya; slow learner; sekolah inklusif | ||||||||||||
| Subjects: | Bimbingan Konseling Anak > Anak Penyandang Cacat Pendidikan > Pendidikan - Tunanetra Pendidikan > Pendidikan Dasar |
||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah | ||||||||||||
| Depositing User: | Laila Mar'atus Sholihah | ||||||||||||
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 03:31 | ||||||||||||
| Last Modified: | 07 Aug 2026 03:31 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93858 |
