Maarif, Mohammad Syamsul (2026) Eksisting integrasi ilmu sains dan agama di sekolah SMAS Darul Hikmah dan SMKS al-Hikam Bangkalan Madura. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Mohammad Syamsul Maarif_02040824027.pdf
Download (4MB)
Mohammad Syamsul Maarif_02040824027_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 August 2029.
Download (4MB)
Abstract
Dikotomi yang masih berlangsung antara sains dan agama dalam pendidikan Islam menjadi tantangan utama dalam mewujudkan pengembangan kompetensi intelektual, etika, dan spiritual peserta didik secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi integrasi sains dan agama di dua sekolah menengah berbasis pesantren, yaitu SMAS Darul Hikmah dan SMKS Al-Hikam Bangkalan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya berdasarkan paradigma interkonektivitas M. Amin Abdullah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sains dan agama diwujudkan secara sistematis melalui kurikulum, proses pembelajaran, budaya sekolah, dan tradisi pendidikan pesantren. Di SMAS Darul Hikmah, integrasi dilakukan dengan mengontekstualisasikan konsep-konsep sains dalam kerangka nilai-nilai Islam untuk memperkuat karakter religius peserta didik. Sementara itu, di SMKS Al-Hikam, integrasi diwujudkan melalui pengaitan kompetensi vokasional dengan etika profesi Islam dan spiritualitas kerja. Implementasi tersebut didukung oleh budaya pesantren, kepemimpinan yang visioner, komitmen guru, dan dukungan kurikulum, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kompetensi guru dalam pedagogi integratif, minimnya bahan ajar integratif, padatnya kurikulum, serta tantangan transformasi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa paradigma interkonektivitas M. Amin Abdullah memiliki relevansi praktis dalam menjembatani batas-batas disiplin ilmu serta menunjukkan bahwa integrasi sains dan agama tidak berhenti pada tataran epistemologis, tetapi terimplementasi dalam praktik pedagogis, budaya sekolah, dan tata kelola kelembagaan. Temuan ini menawarkan model empiris bagi pengembangan pendidikan Islam yang holistik di sekolah menengah berbasis pesantren.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Integrasi sains dan agama; paradigma interkonektivitas; pendidikan Islam; sekolah berbasis pesantren; studi multi-itus; pendidikan holistik | ||||||||||||
| Subjects: | Agama Budaya Organisasi Islam dan Ilmu Pengetahuan Pesantren |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Mohammad Syamsul Maarif | ||||||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 04:19 | ||||||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2026 04:19 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/93944 |
