Tazkiyah al-nafs dalam QS. al-Shams [91]: 7–10 menuju konstruksi kebahagiaan Qur’ani: studi tafsir taḥlīli perspektif teori aktualisasi diri Abraham Maslow

Nasrullah, Iklil (2026) Tazkiyah al-nafs dalam QS. al-Shams [91]: 7–10 menuju konstruksi kebahagiaan Qur’ani: studi tafsir taḥlīli perspektif teori aktualisasi diri Abraham Maslow. Masters thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Iklil Nasrullah_02240524009.pdf] Text
Iklil Nasrullah_02240524009.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Iklil Nasrullah_02240524009_Full.pdf] Text
Iklil Nasrullah_02240524009_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 August 2029.

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya krisis makna hidup (meaning crisis) dan gangguan kesehatan mental di era kontemporer, yang membuktikan bahwa kemajuan material tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan autentik. Psikologi modern umumnya mereduksi kebahagiaan pada dimensi hedonik dan kepuasan subjektif semata. Di sisi lain, teori aktualisasi diri Abraham Maslow dalam psikologi humanistik menawarkan konsep pengembangan potensi diri, namun dinilai memiliki keterbatasan karena ruang lingkup analisisnya yang bersifat antroposentris. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi konsep tersebut dengan merumuskan konstruksi kebahagiaan Qur’ani yang berbasis pada konsep tazkiyah al-nafs dalam QS. Al-Shams [91]: 7–10. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan menerapkan pendekatan tafsir taḥlīli untuk menganalisis ayat secara mendalam, yang kemudian didialogkan secara kritis-dialogis dengan teori aktualisasi diri dan transendensi diri Abraham Maslow. Hasil dan temuan penelitian ini menunjukkan bahwa QS. Al-Shams [91]: 7–10 membangun struktur antropologi Qur’ani yang menegaskan bahwa jiwa manusia memiliki potensi ganda yang dinamis, yaitu fujūr (keburukan) dan taqwā (kebaikan). Kebahagiaan hakiki (al-falāḥ) diperoleh melalui tahapan integratif tazkiyah al-nafs yang meliputi takhliyah (purifikasi batin), taḥliyah (kultivasi moral), dan tajallī(pencerahan spiritual). Implikasi teoretis dari penelitian ini menawarkan rekonstruksi model kebahagiaan holistik transenden-integratif yang melampaui sekat aktualisasi diri barat, sementara implikasi praktisnya memberikan kontribusi alternatif bagi pengembangan model konseling, psikologi Islam, serta penanganan krisis eksistensial manusia modern.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
Name Email NIM
Nasrullah, Iklil iklilnasrullah8@gmail.com 02240524009
Contributors:
Contribution Name Email NIDN
Thesis advisor Musafa'ah, Suqiyah iklilnasrullah8@gmail.com 2027036301
Thesis advisor Sholihuddin, Muh msholihuddin@uinsby.ac.id 2025077701
Uncontrolled Keywords: Tazkiyah al-Nafs; QS. al-Shams [91]: 7-10; kebahagiaan Qur’ani; aktualisasi diri; Abraham Maslow
Subjects: Kitab Suci
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Iklil Nasrullah
Date Deposited: 07 Aug 2026 07:57
Last Modified: 07 Aug 2026 07:57
URI: https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94313

Actions (login required)

View Item
View Item