Salsabila, Aisyah Salwa (2026) Representasi kehilangan dalam lirik lagu ‘Lihat Kebunku (Taman Bunga)’ karya Aku Jeje: analisis semiotik Ferdinand De Saussure. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Aisyah Salwa Salsabila_04040522106.pdf
Download (1MB)
Aisyah Salwa Salsabila_04040522106_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 August 2029.
Download (1MB)
Abstract
Lagu "Lihat Kebunku (Taman Bunga)" karya Aku Jeje merupakan interpretasi baru dari lagu anak-anak karya Pak Kasur yang dikemas ulang dengan pendekatan pop melankolis dan berhasil viral di TikTok dengan lebih dari 160 ribu konten sejak perilisannya pada September 2025. Fenomena ini menjadi bukti nyata kekuatan musik sebagai media komunikasi massa yang mampu menyampaikan pesan kehilangan secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kehilangan dalam lirik lagu "Lihat Kebunku (Taman Bunga)" karya Aku Jeje melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure yang berfokus pada hubungan antara penanda (signifier) dan petanda (signified). Sebagai teori pendukung, digunakan model Lima Tahapan Kehilangan dari Elisabeth Kübler-Ross untuk memetakan representasi emosional pada setiap bait lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kehilangan dalam lirik lagu ini ditujukkan melalui kata, simbol, metafora alam yang konsisten, seperti "kelabu", "layu", "mekar", dan "taman hatiku", yang secara semiotis merujuk pada kondisi batin kehilangan. Kelima tahapan kehilangan menurut Kübler-Ross berhasil teridentifikasi, namun tidak berjalan secara linear. Tanda-tanda kehilangan dalam lirik hadir secara berulang dan berlapis di hampir setiap bait, dan pada bait terakhir seluruh penanda bergerak ke arah yang sama yaitu kerelaan dan keikhlasan melepaskan. Penelitian ini menegaskan bahwa musik populer merupakan bagian dari media komunikasi massa yang efektif dalam merepresentasikan pengalaman kehilangan yang bersifat personal menjadi pesan kolektif yang dapat dirasakan oleh audiens.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Ferdinand De Saussure; lirik; kehilangan; representasi; semiotika | ||||||||
| Subjects: | Ilmu Komunikasi | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi | ||||||||
| Depositing User: | Aisyah Salwa Salsabila | ||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 02:10 | ||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 02:10 | ||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/94364 |
