Sirojuddin, Ahmad Sholihin (2026) Komunikasi spiritual masyarakat Banjar dalam mengamalkan tradisi keagamaan di Tulungagung. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ahmad Sholihin Sirojuddin_02240124003 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 September 2029.
Download (5MB)
Ahmad Sholihin Sirojuddin_02240124003.pdf
Download (5MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji komunikasi spiritual masyarakat Banjar di Tulungagung sebagai komunitas diaspora yang mempertahankan tradisi keagamaan khas di tengah dominasi budaya Jawa. Berangkat dari problematika memudarnya tradisi lokal akibat modernisasi dan tekanan akulturasi, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi simbol-simbol spiritual yang membentuk identitas kultural Banjar serta menganalisis mekanisme komunikasi spiritual dalam menginternalisasi nilai-nilai amaliyah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain etnografi komunikasi, penelitian ini melibatkan tujuh informan kunci yang dipilih secara purposive sampling dari komunitas Banjar di Kelurahan Kampungdalem, Tulungagung, terdiri atas tetua adat, tokoh agama, Pengurus Organisasi 1 (SPK/K3TA), dan generasi muda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan mengintegrasikan tiga teori: komunikasi ritual James W. Carey (untuk menjelaskan fungsi pemeliharaan identitas kolektif), adaptasi lintas budaya Young Yun Kim (untuk menjelaskan konteks diaspora), dan interaksionisme simbolik Herbert Blumer (untuk menjelaskan konstruksi makna simbolik). Temuan menunjukkan bahwa konstruksi makna simbolik komunikasi spiritual Banjar dibangun atas tiga pilar terintegrasi: simbol auditorial (irama padang pasir sebagai bahasa ruhani yang mengaktifkan lathaif), simbol visual-material (bendera hijau, pelita, pakaian putih sebagai penanda legitimasi sanad dan kesucian), serta simbol somatik (gerakan kepala dan tekanan dada sebagai inkorporasi dzikir). Representasi identitas kultural dilakukan melalui strategi keterbukaan simbolik yang inklusif dengan pesan sentral "diba' ojo dadi tontonan, iso ugo dadi tuntunan". Komunikasi spiritual berfungsi sebagai instrumen pelestarian amaliyah sekaligus penjaga kohesi sosial melalui internalisasi habitus, transmisi nilai berbasis keteladanan, pemeliharaan sanad, dan peran organisasi komunitas. Penelitian ini memperkaya kajian komunikasi spiritual dalam konteks diaspora Muslim serta menegaskan pentingnya keseimbangan antara mempertahankan esensi tradisi dan adaptasi selektif di tengah arus modernisasi.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi spiritual; masyarakat Banjar; tradisi keagamaan | ||||||||||||
| Subjects: | Budaya Islam Manajemen Komunikasi Tradisi Islam |
||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Dirasah Islamiyah | ||||||||||||
| Depositing User: | Ahmad Sholihin Sirojuddin | ||||||||||||
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 02:56 | ||||||||||||
| Last Modified: | 15 Sep 2026 02:56 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95222 |
