Widadi, Ahmad Setyo (2026) Model pendidikan religiositas remaja berbasis masjid di masjid al Falah Darmo dan Masjid al Muhajirin Kebraon Surabaya. Masters thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.
Ahmad Setyo Widadi_02040824005.pdf
Download (5MB)
Ahmad Setyo Widadi_02040824005_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 August 2029.
Download (5MB)
Abstract
Tantangan perkembangan remaja di tengah perubahan sosial, pergaulan, budaya digital, dan melemahnya kontrol ibadah menuntut model pendidikan religiositas yang tidak hanya normatif-instruksional, tetapi juga mampu membentuk kesadaran beragama, pembiasaan ibadah, pengalaman keagamaan, dan perilaku religious berkelanjutan. Penelitian ini memandang masjid sebagai ekosistem pendidikan yang menghubungkan remaja dengan pembina, keluarga, teman sebaya, takmir, jamaah, program keagamaan, dan pengalaman sosial-keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model pendidikan religiositas remaja berbasis masjid di Masjid Al Falah Darmo dan Masjid Al Muhajirin Kebraon Surabaya, termasuk faktor pendukung dan penghambat serta dampaknya terhadap religiositas remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-situs. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap takmir, pembina, pengurus remaja masjid, peserta pendidikan, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan analisis lintas-situs. Kerangka teori yang digunakan ialah religiositas Glock dan Stark, ekologi perkembangan Bronfenbrenner, dan psikososial Erikson. Hasil penelitian menunjukkan dua pola empiris. Masjid Al Muhajirin Kebraon mengembangkan pola pembiasaan spiritual-keluarga melalui Pesantren Shubuh, Kebraon Mengaji, tahsin, tahfidz, kajian, kedekatan pembina, dan dukungan orang tua. Pola ini menekankan ibadah, disiplin, akhlak, kontrol diri, dan kontrol pergaulan. Masjid Al Falah Darmo mengembangkan pola kaderisasi-komunitas-aktualisasi melalui BIMA, tahsin, kajian tematik, mentoring, organisasi remaja masjid, kepanitiaan, dan kegiatan sosial. Pola ini menekankan kesadaran religius, identitas keislaman, stabilitas iman, kepemimpinan, dan kontribusi sosial. Faktor pendukung meliputi dukungan takmir, kompetensi pembina, keterlibatan orang tua, program relevan, teman sebaya positif, komitmen remaja, dan kultur masjid aktif. Hambatannya meliputi kesibukan akademik, fluktuasi motivasi, kejenuhan program, inkonsistensi orang tua, pengaruh lingkungan luar dan media digital, serta keterlibatan remaja yang belum merata. Dampaknya tampak pada peningkatan kesadaran beragama, praktik ibadah, pengetahuan agama, pengalaman keagamaan, akhlak, kontrol pergaulan, kepedulian sosial, dan keterlibatan remaja. Dua pola empiris tersebut disintesiskan menjadi Model Eko-Integratif Pendidikan Religiositas Remaja Berbasis Masjid.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Religiositas remaja; pendidikan berbasis masjid; pembiasaan ibadah; kaderisasi remaja | ||||||||||||
| Subjects: | Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan | ||||||||||||
| Divisions: | Program Magister > Pendidikan Agama Islam | ||||||||||||
| Depositing User: | Ahmad setyo widadi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 04:17 | ||||||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 04:17 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95392 |
