Fauzi, Ahmad (2022) Implementasi kebijakan one pesantren one product dalam penguatan pemberdayaan ekonomi Pesantren di Jawa Timur. Doctoral thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ahmad Fauzi_F53319046 OK.pdf
Download (9MB)
Ahmad Fauzi_F53319046 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 September 2029.
Download (9MB)
Abstract
Adapun fokus kajian penelitian ini adalah bagaimana formulasi, implementasi dan implikasi kebijakan One Pesantren One Product dalam penguatan pemberdayaan ekonomi pesantren di Jawa Timur? Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini mengambil 5 lokus pesantren, yakni Bahrul Maghfiroh Malang, Amanatul Ummah Mojokerto, Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa Nganjuk, Pesantren Al-Yasini Pasuruan, dan Pesantren Ihyaus Sunnah Al-Hasany Jember. Hasil penelitian ini; 1) Formulasi kebijakan One Pesantren One Product masih didominasi oleh keputusan yang bersifat normatif. Namun demikian, fokus OPOP pada 3 pilar pesantrenpreneur, santripreneur, sosiopreneur menumbuhkan harapan untuk terwujudnya pesantren berdaya. Jika pesantren berdaya maka pesantren bisa melakukan fungsi pemberdayaan kepada masyarakat. 2) Implementasi kebijakan OPOP banyak bersifat pelatihan-pelatihan dan pendampingan, namun belum dilaksanakan secara masif. Dalam implementasinya, kebijakan program OPOP juga berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai entitas, di antaranya dengan lembaga keuangan syariah, lembaga sertifikasi halal, bank sentral, hingga BPJS. Selanjutnya untuk sinergi pemasaran produk antar pesantren, diwujudkan melalui pasar bersama dalam bentuk platform marketplace OPOP Mart. 3) Implikasi kebijakan One Pesantren One Product dalam penguatan pemberdayaan ekonomi pesantren ini melahirkan model pembibitan pengusaha santri dan cetak biru kemandirian ekonomi pesantren. Kontribusi OPOP selama kebijakan ini berjalan terwujud melalui pelatihan dan pendampingan kepada seluruh koppontren peserta OPOP agar menjadi holding company bagi seluruh unit-unit bisnis atau badan usaha milik pesantren. Kontribusi yang paling nyata dari kehadiran program ini semakin menemukan momentum pemberdayaannya di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Keberadaan program OPOP juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar pesantren. Implikasi teoretis penelitian ini menambah proposisi baru untuk penguatan pemberdayaan ekonomi pesantren di Jawa Timur. Implikasi praktisnya adalah OPOP menjadi ikhtiar kebijakan baru yang berpihak kepada pesantren guna mendukung penguatan pemberdayaan ekonomi pesantren sebagai community economic hub dalam ekosistem ekonomi syariah.
| Item Type: | Thesis (Doctoral) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Uncontrolled Keywords: | one pesantren one product; pemberdayaan ekonomi pesantren | ||||||||||||
| Subjects: | Pesantren | ||||||||||||
| Divisions: | Program Doktor > Ekonomi Syariah | ||||||||||||
| Depositing User: | Ahmad Fauzi | ||||||||||||
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:05 | ||||||||||||
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:05 | ||||||||||||
| URI: | https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/95590 |
