This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Shodiqin, Mohammad (2026) Pemenuhan hak aksesibilitas penyandang disabilitas dalam layanan perkawinan di Kantor Urusan Agama Kota Surabaya perspektif hukum positif, HAM dan fikih. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Mohammad Shodiqin_05020122070 full.pdf Restricted to Repository staff only until 14 January 2029. Download (5MB) |
|
|
Text
Mohammad Shodiqin_05020122070.pdf Download (5MB) |
Abstract
Pernikahan merupakan hak dasar setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, namun dalam praktiknya masih terdapat hambatan dalam aksesibilitas layanan perkawinan di Kantor Urusan Agama (KUA). Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan mengenai bagaimana penyediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam layanan perkawinan di KUA Kota Surabaya serta bagaimana pemenuhan hak tersebut ditinjau dari perspektif hukum positif, Hak Asasi Manusia, dan fikih. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan hukum sosiologis. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan kepala KUA dan penghulu di empat KUA Kecamatan Kota Surabaya, yaitu Tambaksari, Sawahan, Semampir, dan Wonokromo, sedangkan data sekunder bersumber dari peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen resmi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan mengaitkan temuan empiris dan kerangka normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam layanan perkawinan di KUA Kota Surabaya belum optimal. Layanan masih bergantung pada pendamping keluarga atau guru, terutama dalam aspek komunikasi, sementara fasilitas ramah disabilitas dan penerjemah resmi belum tersedia secara merata. Kondisi ini mencerminkan adanya kesenjangan antara regulasi disabilitas dan praktik pelayanan, belum terpenuhinya prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi dalam perspektif HAM, serta masih adanya hambatan terhadap pemenuhan hak syar’i penyandang disabilitas dalam perspektif fikih. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan teknis yang lebih jelas dari Kementerian Agama terkait aksesibilitas di KUA, peningkatan kapasitas penghulu melalui pelatihan bahasa isyarat dan pemahaman regulasi disabilitas, serta penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan kerja sama dengan organisasi disabilitas guna mewujudkan layanan perkawinan yang inklusif.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum > Hukum Perdata Islam Kebijakan Publik Perkawinan |
||||||||
| Keywords: | Hak aksesibilitas; penyandang disabilitas; perkawinan; perspektif hukum positif; HAM; fikih | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam | ||||||||
| Depositing User: | Mohammad Shodiqin | ||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 08:23 | ||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 08:23 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/86178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
