Tinjauan hukum islam dan hukum perdata terhadap jual beli produk unofficial brand bring me the horizon di toko War Screenprinting Kediri

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Farga, Tajudin Umam (2024) Tinjauan hukum islam dan hukum perdata terhadap jual beli produk unofficial brand bring me the horizon di toko War Screenprinting Kediri. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Farga Tajudin Umam_05020220041 OK.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Farga Tajudin Umam_05020220041 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 June 2029.

Download (3MB)

Abstract

Perkembangan zaman ditandai dengan cepatnya informasi via IT berdampak dengan melejitnya dunia teknogi dan industri. Sekarang melebar ke dunia perdagangan, mudahnya akses informasi statistik atas peminat dipasaran membuat pelaku usaha dengan mudah membaca tingkat peminat yang sedang terjadi di atas barang konsumen. Komoditas tertentu menjadi tren mengembangkan usaha “rebrending” kaos/kostum bermerek. Hal ini menyesuikan dengan masyarakat yang cenderung ingin memiliki barang dengan brand-brand yang sudah terkenal agar terkesan mewah. Adapun konsumen juga tidak begitu memperdulikan keaslian ataupun tiruan barang yang mereka beli. Produk tiruan disini maksudnya adalan barang yang diproduksi menyerupai dengan barang yang diproduksi oleh pemilik merek atau nama terkait. Dengan menawarkan harga yang jauh lebih murah dari produk officilanya. Pembeli banyak yang tertarik dengan produk-produk seperti itu. Dari pihak pelaku usaha atau penjua produk-produk unofficila brand mempunyai peluang untuk melnjua barangnya dengan harga yang berlipat ganda. Hal ini bisa terjadi karena keawaman pembeli tentang bagaimana membedakan kualitas produk yang dibelinya, sangat berbanding terbalik. Konsumen dapat membeli langsung dari official-nya dengan menjamiln keaslian dan kualitas dari produknya. Pelaku usaha produk unofficial ini bisa saja menawarkan kualitas yang lebilh rendah dengan harga yang lebih tinggi dengan mengatakan bahwa barang yang mereka jual itu tidak beda jauh dengan kualitas asli dengan detail desain yang dimodifikasi dari aslinya. Semakin banyaknya produk-produk yang tidak langsung dari pilhak yang memiliki atas produk tersebut menimbulkan kerugian ekonomi nasional. Di samping dampak yang terjadi dari hal ini menyebabkan pertentangan, akan tetapi produk-produk seperti ini peminatnya banyak yang menyukai dengan beberapa pertimbangan. Tanpa mempertimbangkan hukum, hal tersebut telah melanggar hukum Islam dan hukum positif lndonesia. Hal ini masyarakat belum mengetahui hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta yang berbunyi: “Hak Cipta adalah hak ekslusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”. Selailn itu, dalam perspektif Hukum lslam mengenai Hak Kekayaan Intellelktual diatur dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor: 1/MUAS Vll/MUl/5/2005 mengenai Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKl) dilarang untuk memperdagangkan barang tiruan sebagaimana yang terjadi di salah satu pelaku usaha sekaligus toko sablon War Screenprinting di Kediri.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Farga, Tajudin Umamfargatajuddin26@gmail.com05020220041
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYasin, Achmadachmadyasin67@gmail.com196707271996031002
Subjects: Hukum > Hukum Perdata Islam
Keywords: Hukum Islam; Hukum Perdata; Hak kekayaan intelektual
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Farga Tajudin Umam
Date Deposited: 10 Jun 2026 04:48
Last Modified: 10 Jun 2026 04:48
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/91012

Actions (login required)

View Item View Item