Jilbab dalam Q.S. al Ahzab [33]: 59: studi komparasi kitab tafsir al Qur’an al ‘Azim dan buku Believing Women in Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Awwalin, Imroatil Aziyzil (2023) Jilbab dalam Q.S. al Ahzab [33]: 59: studi komparasi kitab tafsir al Qur’an al ‘Azim dan buku Believing Women in Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Imroatil Aziyzil Awwalin_E03219016.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Imroatil Aziyzil Awwalin_E03219016_Full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Sejalan dengan perkembangan zaman, akhir-akhir ini kaum perempuan menjadi topik pembicaraan lebih dari masa masa sebelumnya. Terutama setelah munculnya gerakan feminisme, suatu gerakan sosial bagi pembebasan perempuan yang sempat menjadi persoalan global dunia. Dalam memaknai jilbab terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama mufasirin dan tokoh feminisme dalam memaknai pengertian jilbab dalam al Qur’an. Dari latar belakang masalah tersebut dirumuskan masalah sebagai berikut. Bagaimana penafsiran Ibnu Katsir dan Asma Barlas mengenai jilbab dalam Q.S. Al Ahzab [33]: 59? Bagaimana perbedaan dan persamaan penafsiran Ibnu Katsir dan Asma Barlas mengenai jilbab dalam Q.S. Al Ahzab [33]: 59? Adapun bentuk penelitian ini ialah interdisipliner yaitu gabungan antara pendekatan tafsir dan feminis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan tipe library research. Sedangkan model penelitian yang digunakan yaitu studi komparasi. Studi komparasi adalah suatu bentuk penelitian yang membandingkan antara variabel variabel yang saling berhubungan dengan mekemukakan perbedaan perbedaan ataupun persamaan persamaan dalam sebuah kebijakan dan lain lain. Hasil dari penelitian ini adalah 1. Ibnu Katsir mengatakan bahwa jilbab merupakan kain penutup yang dipakai di atas kerudung dan berfungsi seperti jubah yang mampu menutup bagian kepala dan seluruh tubuh perempuan.Sedangkan Asma Barlas berpendapat bahwa jiilbab adalah kain yang dikenakan perempuan untuk menutupi leher dan dada yang mencerminkan nilai kesopanan, bukan sebagai penutup kepala, wajah, tangan, kaki atau anggota badan lainnya. 2.Terdapat perbedaan penafsiran diantara keduanya yaitu menurut Ibnu Katsir hukum mengenakan jilbab adalah wajib bagi semua perempuan muslimah merdeka, baik yang sudah menikah atupun belum. Sementara Barlas mengatakan bahwa kewajiban mengenakan jilbab hanya diperuntukkan bagi keluarga Rasulullah saja dan tidak diwajibkan bagi para perempuan muslimah. Persamaan diantara penafsiran keduanya ialah Ibnu Katsir dan Asma Barlas sama sama mengemukakan tujuan jilbab sebagai perlindungan bagi perempuan agar terhindar dari gangguan laki laki yang berniat buruk.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Awwalin, Imroatil Aziyzilziyziliemziywa@gmail.comE03219016
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Agama
Jilbab
Keywords: Jilbab; tafsir al Qur’an al ‘Azim; buku Believing Women in Islam; komparasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Users 75166 not found.
Date Deposited: 09 Nov 2023 04:50
Last Modified: 28 Nov 2023 07:58
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/66400

Actions (login required)

View Item View Item